DBS Proyeksi Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5% di 2018
Jakarta – PT Bank DBS Indonesia pesimistis kredit perbankan secara rata-rata industri hingga akhir tahun bisa tumbuh lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan permintaan (demand) untuk kredit yang belum menunjukkan perbaikan.
“Loan growth kita sih maunya bisa naik, tapi sekarang ini nasabah cukup hati-hati,” ujar Vice President Director Bank DBS Indonesia Peter Suwardi di Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.
Lebih lanjut dirinya memperkirakan, bahwa pertumbuhan kredit cenderung lebih flat sehingga kinerjanya belum positif. Meski demikian, dirinya enggan membeberkan pertumbuhan kredit yang sudah dicapai oleh DBS Indonesia sampai semester I-2017.
“Kita lihat saja 10 tahun lalu, nasabah enggak perlu uang kita kasih fasilitas diambil juga. Kalau sekarang ada kebutuhan pun mereka enggak mau ambil. Sekarang mereka lebih hati-hati ketimbang tahun lalu,” ucapnya.
DBS Indonesia juga tengah fokus meningkatkan bisnis perbankan korporasi (institutional banking) demi menjaga kinerja yang positif. Ditambah dengan fokus bisnis kepada Small Medium Enterprise (SME) dan layanan express loan, serta platform Ideal.
Di sisi lain, kata dia, saat ini para nasabah korporasi juga lebih hati-hati karena harus menjaga Good Corporate Governance (GCG) mereka. Apalagi belajar dari krisis yang pernah terjadi, korporasi akan menjaga kondisi di tengah perekonomian yang belum stabil.
“Mereka lebih hati-hati ke depannya, mereka banyak belajar stabilished sudah lewati Asian Crisis. Karena biasanya mereka sekarang belajar, pada masa bagus mereka benar-benar reserved the cash,” tutupnya. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More