Jakarta – Bank DBS Indonesia buka suara terkait kabar bakal mengambil alih bisnis ritel Citibank Indonesia. Hal tersebut menyusul pengumuman Citigroup yang mengabarkan bahwa Citi akan menutup bisnis perbankan ritel di 13 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika termasuk Indonesia.
Head of Group Strategic Marketing & Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan, untuk saat ini, pihaknya belum memiliki informasi yang rinci. Namun, pihaknya masih terus mempelajari kerjasama tersebut kedepannya.
“Kami selalu terbuka untuk mempelajari dan mempertimbangkan kesempatan-kesempatan baik yang terdapat di negara-negara dimana Bank DBS memiliki bisnis ritel diantaranya Indonesia, India, Taiwan, Tiongkok,” ujar keterangan DBS kepada Infobanknews di Jakarta, Jumat, 16 April 2021.
Dirinya menjelaskan, bahwa ke depannya DBS Indonesia masih dapat menawarkan kapabilitas layanan perbankan digital guna memberikan layanan terbaik bagi nasabah.
Berdasarkan sumber Infobanknews, Bank DBS Indonesia dinilai cukup berpengalaman setelah sebelumnya pernah mengambil alih bisnis ritel milik PT Bank ANZ Indonesia (Bank ANZ Indonesia) saat hengkang dari Indonesia 2018 silam. Terlebih, DBS merupakan bank terbesar di Asia Tenggara yang tentu ingin meningkatkan perannya di pasar perbankan Indonesia.
Sebagai informasi saja, bisnis utama di layanan ritel perbankan atau global consumer banking (GCB) milik Citibank diantaranya kartu kredit, pinjaman nasabah, tabungan dan deposito, wealth management yang mencakup produk investasi, asuransi dan treasury. GCB adalah perintis dalam industri kartu kredit di Indonesia dan juga wealth management. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More