Perbankan

DBS Indonesia Gandeng Moduit Perluas Akses Investasi Obligasi Pasar Sekunder, Targetkan AUM Rp500 Miliar

Jakarta – PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia), hari ini, Selasa (15/10), meresmikan kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia (Moduit), sebuah platform teknologi finansial berlisensi yang menawarkan layanan private wealth management digital dengan produk yang terkurasi. 

Ini adalah kolaborasi pertama bank di Indonesia dengan wealth tech company melalui integrasi Application Programming Interface (API), sehingga masyarakat dapat berinvestasi pada 100 lebih pilihan Obligasi Pasar Sekunder yang disediakan Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit. 

Dengan kolaborasi ini, pihak DBS Indonesia dan Moduit menargetkan jumlah transaksi hingga 5.000 transaksi dengan aset mencapai Rp500 miliar yang dikelola pada aplikasi Moduit untuk tahun ini. 

“Integrasi API kami ke dalam platform Moduit memudahkan masyarakat membeli 100 lebih pilihan Obligasi Pasar Sekunder dari DBS Indonesia di aplikasi Moduit. Di tahun pertama, kami menargetkan hingga 5.000 transaksi dengan aset hingga Rp500 miliar,” ujar Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, saat peresmian kolaborasi DBS Indonesia dan Moduit di Jakarta, Selasa (15/10).

Baca juga: Resmi Diluncurkan, BMoney Privilege Lounge Tawarkan Pengalaman Investasi Menarik

Ke depannya, ia katakan, akan berupaya untuk menjangkau nasabah lebih banyak lagi demi memajukan inklusi finansial di Indonesia. Berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, 27 persen masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya.

Studi yang sama mencatat 41 persen masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi online untuk mengakses layanan finansial, yang mana menunjukkan pentingnya integrasi investasi dan teknologi.

Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi. Saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4 persen.

Obligasi menjadi populer saat ini karena beberapa alasan, seperti imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan tabungan atau deposito, stabilitas harga yang terjaga, serta memiliki tanggal jatuh tempo dan pembayaran bunga yang tetap, sehingga dapat dijadikan pilihan pengelolaan keuangan yang dapat diprediksi.

“Sejalan dengan tren positif di pasar investasi Indonesia, kami senantiasa berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang terkurasi sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah serta pengalaman bertransaksi, menabung, dan berinvestasi yang seamless melalui aplikasi Digibank by DBS,” imbuh Djoko.  

Di satu sisi, sebagai penasihat investasi, Moduit mempunyai solusi portfolio allocation dengan berbagai macam produk yang terkurasi dari setiap jenis asset class mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi.

Baca juga: Begini Jurus Bank DBS Indonesia Gaet 1 Juta Investor dari Layanan RDN

Sebagai hasilnya, hingga kini Moduit telah mendukung puluhan ribu klien individu dan institusi dalam mencapai kebutuhan finansialnya.

Moduit didirikan sejak 2018 dan telah memiliki lebih dari 200 Moduit Wealth Advisor Partner yang berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan rata-rata pengalaman lebih dari 15 tahun di industri wealth management.

“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia karena dengan ini, kami dapat melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan memberikan solusi portfolio investasi yang lebih komprehensif kepada nasabah,” jelas Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia, Edina Saputra. 

Mulai Oktober 2024, nasabah Moduit dapat mengakses produk obligasi pasar sekunder yang terkurasi oleh Bank DBS Indonesia melalui aplikasi Moduit yang dapat diunduh di Google Play Store atau App Store. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

12 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago