Poin Penting
Jakarta - DBS Foundation kembali memperkuat dukungannya terhadap kewirausahaan sosial di Asia melalui DBS Foundation Grant Program 2025. Program ini menyalurkan hibah sebesar SGD4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar kepada 22 social enterprise dan businesses for impact (BFI) di kawasan Asia.
Dari jumlah tersebut, Indonesia menerima alokasi hibah sebesar SGD850.000 atau sekitar Rp11,2 miliar yang diberikan kepada lima social enterprise dan BFI. Kelima organisasi tersebut adalah Parongpong RAW Lab, Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN), Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI).
Dukungan tersebut diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: DBS Foundation dan UNICEF Siapkan Program Kesejahteraan Anak NTT Senilai USD2,7 Juta
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan, dukungan hibah ini menjadi bagian dari upaya mendorong model bisnis yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata.
“Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan," ujar Mona, dalam sambutannya, Selasa, 10 Maret 2026.
"Karena itu, melalui DBS Foundation Grant Program, kami tidak hanya menyediakan pendanaan, namun juga memperkuat fondasi para social enterprise dan BFI melalui pendampingan dan akses jejaring agar mereka dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampaknya," sambungnya.
Lebih lanjut, Mona menambahkan, sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk bertumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif.
"Kami berharap para penerima hibah dapat menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tandasnya.
Penyaluran hibah DBS Foundation juga mencerminkan semakin berkembangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia.
Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada 2023 mencatat sekitar 20.000 wirausaha sosial di Indonesia, meningkat dari 15.000 pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang menjadikan dampak sosial sebagai bagian dari model bisnisnya.
Baca juga: DBS Indonesia Rekomendasikan Aset Riil hingga Saham Asia untuk Hadapi Tekanan Global 2026
Sejak diluncurkan pada 2014, DBS Foundation Grant Program telah mendukung ratusan social enterprise dan BFI di Asia yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, hingga penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif.
Tahun ini, lima penerima hibah di Indonesia menghadirkan pendekatan solusi yang beragam, mulai dari pengolahan limbah menjadi material ramah lingkungan, penyediaan air minum aman, hingga inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
Poin Penting OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Koperindo Jaya pada 9 Maret 2026… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR akan menggelar fit and proper test calon DK OJK pada… Read More
Poin Penting Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan bibit nanas… Read More
Poin Penting IHSG tertekan akibat sentimen geopolitik global dan penurunan outlook Indonesia oleh Moody’s dan… Read More
Poin Penting Momentum Imlek dan Ramadan mendorong peningkatan minat masyarakat membeli properti Bank Woori Saudara… Read More
Poin Penting Investor asing mencatat net foreign buy Rp749,85 miliar pada perdagangan 9 Maret 2026,… Read More