News Update

DBS Foundation dan UNICEF Siapkan Program Kesejahteraan Anak NTT Senilai USD2,7 Juta

Poin Penting

  • DBS Foundation bekerja sama dengan UNICEF menyiapkan program senilai USD 2,7 juta untuk anak usia 4-12 tahun di NTT, mencakup pendidikan dan gizi.
  • Program memperkuat pembelajaran anak usia dini, pemenuhan gizi, dan melibatkan guru, orang tua, serta pengasuh untuk dampak berkelanjutan.
  • Kemitraan mendukung pemerintah pusat dan daerah, membangun fondasi pendidikan dan gizi yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Jakarta – DBS Foundation bekerja sama dengan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengumumkan kemitraan selama dua tahun untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak, termasuk pendidikan dan gizi, di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program terpadu senilai SGD3,51 juta (sekitar USD2,7 juta) menargetkan anak usia 4–12 tahun di PAUD dan sekolah dasar di NTT. Program ini akan menjangkau 5.270 penerima manfaat langsung, termasuk anak-anak, orang tua, pengasuh, guru, dan kepala sekolah.

Dengan pendekatan holistik, program ini memperkuat pembelajaran anak usia dini dan pemenuhan kebutuhan gizi, membangun fondasi kuat bagi pertumbuhan anak. Kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah juga memperkuat sistem nasional dan subnasional.

Baca juga: Manulife Gandeng Bank DBS Indonesia Luncurkan Ultima+, Simak Manfaatnya

Menurut Katheryn Bennett, Chief of Education UNICEF Indonesia, program ini bertujuan mendukung kehidupan terbaik bagi anak-anak. Masa awal kehidupan krusial untuk memenuhi hak anak. Gizi, kualitas pendidikan, dan lingkungan aman, jadi fondasi tumbuh optimal.

“UNICEF terus mendukung upaya Pemerintah Indonesia mewujudkan hal ini bagi setiap anak. Kami berterima kasih atas komitmen DBS Foundation yang bersama UNICEF mendorong pendekatan holistik demi manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.

Komitmen DBS Foundation untuk Dampak Sosial

Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, menyatakan, pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas hidup komunitas rentan dengan menyediakan kebutuhan dasar dan mendorong inklusi keuangan.

Ia menambahkan, membangun fondasi yang baik sejak dini merupakan kunci untuk membantu anak-anak berkembang, seiring bertambahnya usia dan melewati berbagai tahapan kehidupan.

“Kolaborasi dengan UNICEF ini bertujuan untuk mewujudkannya dengan meningkatkan status gizi dan hasil pendidikan mereka, serta mencerminkan komitmen DBS Foundation untuk menciptakan dampak di luar perbankan dan mengkatalisasi perubahan yang berkelanjutan dan terukur,” paparnya.

“Bersama UNICEF, tujuan kami tidak hanya mendukung ribuan anak hari ini, tetapi juga membantu menciptakan sistem yang dapat memutus lingkaran ketidakberuntungan dan memberikan dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang,” imbuh Mona.

Baca juga: DBS Indonesia Tambah Pendanaan Rp3 Triliun ke Kredivo, Ini Peruntukannya

Dalam program ini, guru dan kepala sekolah akan dilatih untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak, dengan kegiatan seperti membaca bahan lokal dan berkebun. Program ini juga mendukung gizi anak melalui pemantauan pertumbuhan dan pemberian obat cacing.

Orang tua dan pengasuh dibekali pengetahuan untuk pola makan sehat dan pembelajaran dini di rumah. Program ini membantu pemerintah dalam perencanaan anggaran untuk keberlanjutan hasil.

Peluncuran kemitraan dihadiri pejabat UNICEF dan DBS Indonesia, menegaskan pentingnya mendukung kesejahteraan anak untuk visi Indonesia Emas 2045. Program ini menargetkan capaian di pendidikan dan gizi, dengan penilaian komprehensif menggunakan instrumen internasional. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

4 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

10 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

10 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

10 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

10 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

10 hours ago