DBS Proyeksi Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5% di 2018
Jakarta – PT Bank DBS Indonesia (DBS Bank) jalin kerjasama dengan Chubb Limited guna menjalin kemitraan distribusi berjangka waktu 15 tahun. Kerjasama ini memiliki jangkauan pasar yang luas, yakni tingkat regional. Ada lima pasar yang dibidik, yakni Singapura, Hong Kong, Taiwan, Indonesia, dan Cina.
Bank DBS akan mendistribusikan produk milik Chubb Insurance. Produk tersebut meliputi proteksi untuk rumah, isi rumah, kendaraan, beberapa perlindungan kecelakaan diri dan produk asuransi kesehatan tambahan (Accident and Supplemental Health /A&H), serta produk-produk asuransi umum secara eksklusif atau berdasarkan preferensi.
“Kami mengamati banyak peluang bagi DBS dan Chubb untuk bekerjasama dalam menyediakan perlindungan asuransi umum kepada nasabah kami di wilayah ini. Kami percaya penggabungan kekuatan dari Bank DBS dan Chubb mampu memberikan nasabah kami pengalaman dan kemudahaan yang tak tersaingi dalam membeli asuransi umum,” ungkap Pearlyn Phau, Deputy Group Head of Consumer Banking & Wealth Management DBS, melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis 28 September 2017.
Baca juga : DBS Bidik 3,5 juta Nasabah Baru Dari Digibank
Kemitraan ini akan menggabungkan layanan perbankan Bank DBS dengan Chubb di bidang asuransi umum. Chubb sendiri tercatat telah melayani klien di lebih dari 190 negara seluruh dunia. Pada 2016 premi bruto (gross premiums) Chubb mencapai US$35,9. Sementara untuk di Asia saja, angka premi mencapai US$4,6 milyar.
Tan Su Shan, Group Head of Consumer Banking & Wealth Management DBS mengatakan dengan kemitraan ini, DBS sangat berharap dapat memberikan lebih banyak solusi dan layanan untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah kami di tiap tahapan kehidupannya.
Pearlyn Phau menambahkan, perjanjian ini secara resmi akan berjalan pada awal tahun 2018 dan penerapan layanan direncanakan untuk tersedia secara bertahap sepanjang tahun 2018.
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More