Dolar; Diprediksi menguat. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan hasil memuaskan, membuat laju Dolar AS kembali bangkit. Dolar AS sempat terpuruk setelah European Central Bank (ECB) yang tidak menambah jumlah stimulusnya.
“Dolar index mulai bangkit pada Jumat malam setelah data pertambahan tenaga kerja non-pertanian naik melebihi ekspektasi,” ujar Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta dalam risetnya di Jakarta, Senin, 7 Desember 2015.
Menurut dia, setelah adanya data pertambahan tenaga kerja non-pertanian yang naik melebihi ekspektasi, telah membuat Dolar AS kembali bangkit, sehingga mempertegas rencana kenaikan Fed rate pada pertengahan Desember ini.
Sementara itu, kata dia, harga minyak mentah kembali terpuruk setelah pertemuan OPEC gagal menyepakati batas maksimal produksi harian, menyusul keinginan Iran untuk menggenjot produksi selepas dibatalkannya sanksi ekonomi.
“Angka cadangan devisa Tiongkok ditunggu hari ini dan tekanan penguatan dolar index diperkirakan hadir di Asia,” tutup Rangga. (*) Rezkiana Nisaputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More