Ekonomi dan Bisnis

Data Pangan Tak Sesuai, Jokowi Diminta Evaluasi Mentan

Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mengevaluasi kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, lantaran pihak Kementerian Pertanian (Kementan) tidak memberikan data pangan sesuai dengan fakta dilapangan khususnya terkait dengan komoditas padi.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pataka Yeka Hendra Fatika usai menyerahkan Petisi Ragunan yang diteken oleh puluhan orang dari kalangan organisasi, komunitas peternak dan petani kepada pihak Ombudsman RI, akhir pekan lalu (30/11) di Jakarta.

“Kami mewakili organisasi dan individu meneken Petisi. Kami menilai telah terjadi pembohongan data produksi pertanian yang dibuktikan oleh BPS. Atas dasar itu, kami meminta Presiden hentikan Mentan Amran Sulaiman sebagai konsekuensi logis,” ujar Yeka seperti dikutip di Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Menurutnya, pernyataan surplus beras yang disampaikan Mentan tidak terbukti dengan data BPS. Bahkan dirinya melihat perbedaan data beras antara Kementan dengan data BPS pada 2018 mencapai 43 persen. Akibat pembohongan data ini, petani, peternak dan kementerian terkait salah melihat kondisi dan mengambil kebijakan perberasan saat ini.

Surplus produksi beras yang disampaikan Kementan, selama 2016-2018, total surplus 44 juta ton. Kalau demikian kita seharusnya tak perlu tanam padi kalau surplus itu ada. Tetapi, faktanya ada impor 1,7 juta ton per tahun. Ini yang membuat akhirnya gamang. Januari 2019 bisa saja mengulang Januari 2018, saat itu kita impor 12.500 ton,” ucapnya.

Baca juga: Ombudsman Minta Kementan Fokus Saja ke Cadangan Pangan

Terlebih, kata dia, klaim fantastis dari pihak Kementan itu juga merambah di komoditas jagung. Meski BPS belum mengeluarkan data jagung, tetapi faktanya impor jagung dan peternak ayam kesulitan mencari sumber jagung yang berkualitas. “Jagung belum seperti beras ada data di BPS. Jangan sampai jagung seperti itu,” paparnya.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi dalam kesempatan yang sama, merasakan kualitas pakan ternak setiap waktu semakin memburuk. Bahkan, kandungan kualitas jagung di pakan ternak juga ikut menurun, yang dari 50 persen menjadi 25 persen.

“Ini terkonfirmasi dari Asosiasi Pabrik Pakan. Ini berakibat ke mana? Khususnya ke produktivitas ayam-ayam yang kami pelihara. Dulu 5 kg jadi 1,5 kg per hari ini pertumbuhannya gara-gara jagung ini,” tambahnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Komisioner Ombudsman RI Alamsyah Saragih yang menerima audiensi dari kalangan petani dan peternak mengatakan, pihaknya sudah memprediksi akan terjadi permasalahan seperti ini. Sejak 2015, BPS memoratorium data beras, Mentan memang kerap menggembor-gemborkan data beras surplus.

Namun kenyataannya, jelas dia, kondisi pangan negara dalam kondisi yang mengkhawatirkan saat ini. Sedangkan mengenai petisi yang telah diberikan Pataka, lanjut Alamsyah, pihaknya akan mendalaminya. Namun, dirinya memastikan, akan menyampaikan kondisi data pangan ini kepada Presiden Joko Widodo. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

11 hours ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

21 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

22 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

22 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

22 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

22 hours ago