News Update

Data inflasi Indonesia Menarik Perhatian Pasar

OPEC menjadi sorotan utama

Kegelisahan terasa begitu mewarnai pasar finansial pekan ini karena sentiment global terganggu oleh ketidakpastian apakah OPEC akan berhasil mencapai kesepakatan pembekuan level produksi yang konkret di rapat Rabu ini di Wina.

Begitu banyak anomali seputar kesepakatan ini terus menjadi peringatan serta banyaknya laporan yang bertolak belakang apakah para produsen minyak utama akan bekerja sama atau berselisih membuat peserta pasar semakin gelisah.

(Baca juga: Harga Minyak Mentah Semakin Tergelincir)

Mengingat kredibilitas kartel ini sedang dipertaruhkan dan masalah oversupply semakin serius setiap harinya, konsekuensi gagalnya kesepakatan OPEC akan sangat besar.

Lebih jauh ia menjelaskan masih banyaknya ketidakpastian terkait hasil rapat OPEC, tapi komoditas Minyak jelas akan mengalami level volatilitas yang sangat tinggi karena para investor secara sistematis memasuki dan keluar dari posisi trading mereka untuk dapat mencetak untung.

Minyak mentah WTI sangat tertekan pada rentang waktu harian dan breakdown di bawah $45 dapat membuka jalan menuju $43. Apabila OPEC gagal mencapai kesepakatan yang dapat diimplementasikan, harga minyak akan tertekan untuk periode yang berkepanjangan dan harga dapat tergelincir di bawah $35 dalam jangka waktu menengah atau panjang. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Page: 1 2

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

4 hours ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

4 hours ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

4 hours ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

4 hours ago

Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 jadi 4,7 Persen

Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More

5 hours ago

Ahli Usul RUU Perampasan Aset Difokuskan Jerat Pejabat Publik

Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More

5 hours ago