Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (4/10) diprediksi akan menguat tipis seiring dengan rilis data ekonomi AS yakni indeks non-manufaktur AS yang lebih rendah dari ekspetasi pasar.
“Data Indeks non-manufaktur AS bulan September International Safety Management Code (ISM) dirilis 52.6 atau di bawah prediksi pasar sekitar 55.1. Ini adalah hasil terendah dalam 3 tahun terakhir,” kata Ariston di Jakarta, Jumat 4 Oktober 2019.
Ariston menilai, buruknya data ekonomi AS selama 3 hari beruntun memperbesar peluang bank sentral AS untuk memangkas suku bunga nya lagi pada bulan ini atau hingga akhir tahun 2019.
Sementara dari dalam negeri, sudah kondusifnya demonstrasi masa dinilai turut mendorong penguatan rupiah pada hari ini. Dirinya memprediksi pergerakan Rupiah berada pada kisaran Rp14.100/US$ Rp14.180/US$.
“Rupiah mendapatkan sentimen positif dari data tersebut dan berpeluang menguat lebih lanjut terhadap dollar AS,” kata Ariston.
Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan hari ini (4/10) Kurs Rupiah berada di level Rp14.144/US$ posisi tersebut menguat bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (3/10) yang masih berada di level Rp14.172/US$.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (4/10) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.135/ US$ menguat dari posisi Rp14.193/US$ pada perdagangan kemarin (3/10). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More