Darmin Ramal Inflasi November Dibawah 3%
Jakarta – Tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang terus meningkat, telah memberikan sentimen negatif terhadap negara-negara emerging market seperti Indonesia. Hal ini tercermin dari kondisi nilai tukar rupiah yang melemah semakin dalam terhadap dolar AS.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018 mengungkapkan, perang dagang yang terjadi saat ini semakin sulit ditebak. Pasalnya, hampir semua negara mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bisa mengantisipasi dampak perang dagang.
“Perang dagang ini sudah gak bisa direm lagi. Masing-masing mulai mengembangkan strategi yang bercabang-cabang. Jadi situasi ketidakstabilan global itu tidak bisa dihindari, itu akan jalan terus,” ujarnya.
Lebih lanjut Darmin menegaskan, bahwa ketegangan perang dagang yang terjadi saat ini sudah tidak bisa dihentikan lagi seperti yang diharapkan sebelumny. Jika sebelumnya perang dagang diprediksi selesai pada kuartal I-2019, namun kelihatannya ketidakpastian perang dagang masih akan berlanjut.
“Tadinya dibilang paling kuartal I tahun depan, kayaknya enggak. Karena perangnya bukan makin reda, melainkan variatif. Tidak sekedar kenaikan tarif, tapi sekarang sudah mulai turunkan tarif dari yang lain, ada yang bilang bikin perjanian, jadi makin ruwet,” ucapnya.
Di sisi lain, tambah dia, situasi di Amerika Serikat sendiri memang masih perlu diwaspadai untuk ke depannya. Terlebih, pada pertengahan November mendatang akan ada mid term election, sehingga ketidakpastian dari kebijakan Presiden Donald Trump masih akan menjadi perhatian
Kondisi global memang masih diliputi ketidakpastian akibat perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Akibatnya gejolak di pasar keuangan membuat fluktuasi nilai tukar di hampir banyak negara temasuk Indonesia, yang mata uangnya terus mengalami tekanan hingga hampir menyentuh level Rp15.200 per dolar AS. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More