Menko Darmin Sebut, Pertumbuhan Ekonomi Masih Bisa Sentuh 5,3%
Jakarta – Kembali melemahnya nilai tukar rupiah pasca libur Lebaran lebih disebabkan oleh kenaikan suku bunga The Fed (Fed Fund Rate). Pergerakan rupiah usai Lebaran terpantau melemah. Rupiah kembali ke level Rp14.000 per dolar AS setelah di perdagangan sebelumnya sempat menguat dibawah level Rp14.000 per dolar AS.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018. Menurutnya, meski laju rupiah kembali melemah namun, Darmin menilai bahwa kondisi tersebut tak perlu dikhawatirkan, lantaran kondisi ini tidak hanya terjadi pada mata uang rupiah saja.
Asal tahu saja, Bank Sentral AS baru saja menaikkan suku bunga acuannya ke kisaran 1,75 persen dan 2 persen pada pekan lalu (13/6) dan akan melanjutkan kebijakannya tersebut dua sampai tiga kali pada tahun ini, telah membuat rupiah bergerak limbung. Pada perdagangan hari ini saja (21/6), dolar AS kembali tembus ke level Rp14.000 an.
Baca juga: BI: Rupiah Melemah Pasca Libur, Tidak Usah Kaget
“Karena di sana bunganya sudah gerak. Tapi jangan dirisaukan,” ujar Darmin.
Mengutip data Bloomberg, laju rupiah pada hari ini (21/6) dibuka melemah 158 poin atau 1,13 persen bergerak ke level Rp14.090 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya. Adapun rentang gerak perdagangan rupiah berada di level Rp14.010-Rp14.093 per dolar AS. Sementara year to date tercatat sebesar 2,78 persen.
Pelemahan nilai tukar rupiah saat ini lebih dipengaruhi kondisi global yang tak pasti. Menurutnya, jika kondisi global berubah maka fundamental rupiah juga ikut berubah. “Fundamental itu juga bisa berubah dengan berubahnya tatanan global. Nah, bahwa dia naik satu persen dia itu agak lebih ditambah karena kita liburnya banyak. Orang gak tahu bagaimana situasinya,” tutupnya. (*)
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar… Read More
Poin Penting Baru beroperasi sejak Desember 2025, BSN langsung memposisikan diri sebagai “Banknya Para Developer”… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Jakarta, terpisah… Read More
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More