Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan ada beberapa kebijakan prioritas yang akan berlaku untuk skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru tahun 2018.
Adapun skema baru tersebut diantaranya :
1. Besaran suku bunga KUR tahun 2018 menjadi 7% efektif per tahun.
2. Besaran subsidi bunga KUR masing-masing skema tahun 2018.
a. KUR Mikro naik 1% dari 9,5% menjadi 10,5%.
b. KUR Ritel naik 1% dari 4,5% menjadi 5,5%.
c. KUR Penempatan TKI naik 2% dari 12% menjadi 14%.
3. Rencana plafon total KUR tahun 2018 menjadi sebesar Rp120 Triliun.
4. Target minimum penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 50% dari total penyaluran KUR.
Darmin berpesan agar Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM dan penyalur KUR perlu rutin duduk bersama membahas persoalan-persoalan di lapangan, terutama terkait pembayaran subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) dan subsisi bunga KUR.
“Kita perlu mengidentifikasi dengan baik persoalan-persoalan di lapangan. Mulai dari solusi agar pencairan subsidi lebih cepat, persoalan sistem, dan lain-lain. Ini penting agar permasalahan yang sama tidak berulang,” kata ujar Darmin saat memimpin rapat koordinasi Evaluasi KUR 2017 dan Rencana KUR 2018, di Jakarta, Jumat, 8 Desember 2017.
Sekedar informasi, sampai dengan 30 November 2017, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp91,3 Triliun.
Artinya, dari target Rp106,6 Triliun pada tahun 2017, berhasil tersalur sebesar 85,6%. Kredit yang disalurkan melalui KUR ini tergolong lancar karena Non Performing Loan (NPL)-nya relatif rendah, sebesar 0,21%.
Adapun penyalurannya, dari total sekitar 4 juta debitur, masih didominasi oleh skema KUR Mikro (70,4%), diikuti oleh skema KUR Ritel (29,3%) dan KUR TKI (0,3%). (*)
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More