Perbankan

Dari Sabang Sampai Merauke, Inilah Daftar Provinsi Terbaik di 2024!

Jakarta – The Asian Post kembali memberikan penghargaan kepada sejumlah provinsi terbaik dalam kategori yang beragam di ajang “The Regional Champions 2024”.

Berdasarkan riset yang dilakukan The Asian Post, terdapat 19 provinsi dari 33 provinsi yang mencatat prestasi secara beragam dari berbagai aspek. Sejumlah indeks penilaian menyangkut ekonomi, sosial, keuangan, fiskal, daya saing, dan kebahagiaan.

Setelah itu, di antara 19 provinsi tersebut The Asian Post Research akan memilih 5 provinsi yang memiliki penilaian terbaik dari berbagai aspek.

Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto menjelaskan bahwa pemeringkatan provinsi terbaik ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi atas kinerja pemerintah provinsi yang telah yang telah berhasil mengembangkan daerahnya.

“Kami punya hasil riset yang kami kerjakan secara akademis. Jadi kali ini kita ingin menyemangati daerah mana yang memiliki perekonomian terbaik, provinsi dengan keadaan sosial terbaik, provinsi dengan tingkat daya saing terbaik dan provinsi dengan masyarakat yang paling Bahagia,” terang Eko B. Supriyanto, dalam acara The Best Regional Champion 2024: Agility BUMD Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, di Stone Hotel, Kuta, Bali, pada Jumat (31/5/2024).

Baca juga: Simak Deretan BUMD Terbaik di 2024 Versi The Asian Post

Berpijak pada hasil riset, lanjutnya, terjadi pergeseran tingkat kebahagiaan di beberapa wilayah di Indonesia. Jika dulunya Sulawesi Utara identik dijuluki sebagai wilayah dengan tingkat kebahagiaan tertinggi, justru kini provinsi tersebut tidak masuk dalam jajaran provinsi paling bahagia.

Adapun, di antara 33 provinsi yang dinilai, Jawa Tengah dan Jawa Barat dinilai sebagai provinsi dengan indeks kebahagiaan tertinggi.

“Kemudian, Maluku Utara masuk ke kondisi yang sangat baik [dalam indeks keuangan]. Inflasinya rendah, literasi memadai, pertumbuhan ekonominya tertinggi, tetapi daya belinya kayaknya masih harus ditingkatkan. Uang yang ada di Maluku Utara entah pergi ke mana,” jelasnya.

Metodologi yang dilakukan untuk menghasilkan “Regional Champions 2024” ialah dengan mengukur seluruh indikator yang ada, mulai dari, pertama, menyusun target setiap indikator yang diproksi dari data-data asumsi APBN atau berdasarkan realisasi nasional.

Kedua, mengalkulasi nilai setiap provinsi didasarkan target APBN atau dibandingkan terhadap realisasi nasional (33 provinsi). Dalam hal ini, Kalimantan Utara tidak dimasukkan dalam analisis karena data keuangan yang belum tersedia.

Ketiga, menghitung nilai setiap provinsi berdasarkan bobot yang telah ditetapkan. Keempat, beberapa provinsi bernilai negatif karena pencapaian indikatornya jauh dari level nasional.

Terakhir, dari berbagai indeks tersebut, The Asian Post Institute selanjutnya memilih provinsi terbaik di kategori indeks umum dengan menjumlahkan seluruh bobot penilaian.

Setiap bobot yang dikantongi masing-masing provinsi itu kemudian diakumulasikan dengan bobot dari setiap indeks, di mana Indeks Ekonomi memiliki bobot sebesar 17,5, Indeks Sosial sebesar 20, Indeks Keuangan sebesar 15, Indeks Fiskal sebesar 15, Indeks Daya Saing sebesar 15, dan Kebahagiaan sebesar 17,5.

Baca juga: OJK Tegaskan Peran Besar BPD dalam Mendorong Perekonomian Daerah

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Provinsi DKI Jakarta mendapat predikat “The Best Province”, sedangkan setelahnya mengekor Jawa Barat, Maluku Utara, Jawa Tengah, dan Bali.

Perhelatan ini terselenggara berkat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Perhimpunan Bank Perkreditan Milik Pemerintah Daerah (Perbamida), Bank BPD Bali, Bankaltimtara, Bank Kalteng, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank Sultra, BPR Bahteramas se- Sulawesi Tenggara, Bank DKI, Bank BJB, Bank Sumsel Babel, Bank Papua, Bank Kalbar, Bank Sumut, Bank NTB Syariah, Bank BPD DIY, dan BPR Karangmalang. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

2 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

7 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

8 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

8 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

18 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

19 hours ago