Poin Penting
Jakarta - Pembangunan Transjakarta pada era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (1997–2007) menjadi langkah berani untuk mengurai kemacetan Jakarta pada awal 2000-an. Sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang diperkenalkan kala itu menjadikan Transjakarta sebagai BRT pertama di Asia Tenggara.
Namun, proyek tersebut awalnya tidak berjalan mulus. Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos sempat dihujani kritik dari pengamat, pengguna kendaraan pribadi, hingga sopir bus kota seperti MetroMini dan Kopaja. Pembangunan jalur khusus bus dinilai memakan badan jalan dan memperparah kemacetan saat masa konstruksi.
“Saat sosialiasi Transjakarta, semua serang habis-habisan saya. Ada yang mengatakan gubernur paling goblok se-dunia, dia ini orangnya (Sutiyoso),” kata Bang Yos, dalam “Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta”, di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Meski mendapat hujatan, Bang Yos tetap melanjutkan pengembangan Transjakarta. Pada 15 Januari 2004, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan operasional Transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota, yang mulai beroperasi penuh untuk publik pada 1 Februari 2004.
Baca juga: Karyawan Bergaji di Bawah Rp6,2 Juta Kini Bisa Naik MRT hingga Transjakarta Gratis
“Setelah saya luncurkan ternyata antusiasme masyarakat sangat positif. Walaupun mereka tidak mengakuinya. Orang karena itu, di sisa masa periode saya, saya kebut lagi (bangun koridor),” ujarnya.
Selama masa kepemimpinannya, Sutiyoso berhasil merampungkan pembangunan 10 koridor Transjakarta. Jumlah koridor tersebut terus bertambah pada era gubernur-gubernur berikutnya.
Gagasan pembangunan Transjakarta berangkat dari kondisi kemacetan Jakarta yang dinilai sudah tidak layak. Saat itu, Transjakarta menjadi salah satu dari empat moda transportasi massal yang diusulkan Sutiyoso, selain MRT, monorel, dan transportasi air (waterway).
Transjakarta dipilih sebagai proyek pertama karena membutuhkan investasi relatif lebih rendah dibandingkan moda lainnya.
“Saat bertanya kepada tim saya, dari semua moda tersebut, moda mana yang bisa dimulai tanpa investor? Mereka jawab Transjakarta karena jalannya sudah ada, tinggal pasang separator, sopir kita rekrut, sudah jalan,” akunya.
Baca juga: Pemprov DKI Tunda Kenaikan Tarif Transjakarta, Ini Alasannya
Bang Yos kemudian mengadopsi sistem BRT TransMilenio di Bogota, Kolombia, yang dinilai sukses mengelola transportasi publik secara efisien, lalu menyesuaikannya dengan karakteristik Jakarta.
Alhasil, Pemprov DKI saat itu menyiapkan anggaran sekitar Rp120 miliar untuk memulai pembangunan Transjakarta. Pembangunan fasilitas dan pengadaan sekitar 50 unit bus tahap awal pun dilakukan, dengan Koridor 1 Blok M-Kota menjadi jalur utama karena melintasi kawasan strategis.
Page: 1 2
Poin Penting KPK menggelar OTT di Kota Madiun terkait dugaan fee proyek dan dana CSR,… Read More
Poin Penting Juda Agung dikabarkan mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI Presiden Prabowo Subianto… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan ISU pemidanaan kredit macet kembali mengemuka dan… Read More
Poin Penting BEI menyebut setidaknya satu perusahaan konglomerasi siap melangsungkan IPO pada 2026, meski sektor… Read More
Poin Penting IHSG cetak rekor tertinggi baru dengan menyentuh level 9.122,71 pada perdagangan sesi II,… Read More
Poin Penting BI mencatat kinerja industri pengolahan pada triwulan IV 2025 tetap ekspansif dengan PMI-BI… Read More