Perbankan

Dapat Suntikan Modal, Bank Capital Naik Kelas ke KBMI II

Jakarta – PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) mengumumkan dapat suntikan modal dari PT Capital Global Investama. Tambahan modal tersebut, membuat bank yang dimiliki Danny Nugroho ini naik kelas menjadi Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) II atau bank yang memiliki modal Rp6-14 triliun.

“Dengan masuknya BACA ke dalam KMBI II, ini menunjukkan komitmen jangka panjang pemegang saham untuk selalu memperkuat permodalan agar menjadikan Bank Capital lebih kuat dan solid,” kata Kurniawan Halim, Direktur Utama PT Bank Capital dikutip 13 Januari 2024.

Per September 2024, Bank Capital memang telah mencatatkan peningkatan signifikan dalam modal inti. Tercatat, modal inti perseroan naik 58,43 persen dari Rp3,28 triliun pada September 2023 menjadi Rp5,21 triliun pada September 2024.

Peningkatan modal inti ini berdampak positif pada rasio kecukupan modal (CAR) yang kini berada di level 52,24 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan CAR tahun lalu yang sebesar 36,19 persen.

Diketahui, Capital Global Investama mengenggam saham Bank Capital sebesar 74,70 persen usai mengambilalih porsi kepemilikan dari PT Inigo Global Capital serta PT Delta Indo Swakarsa pada kuartal akhir tahun lalu. Sedangkan sisa kepemilikan saham BACA dimiliki masyarakat umum yang sebesar 25,30 persen.

Bank Capital yang sebelumnya bernama PT Bank Credit Lyonnais Indonesia ini telah memiliki 70 cabang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Capital memfokuskan bisnis dalam peningkatan perekonomian Indonesia melalui tulang punggung ekonomi rakyat, baik UMKM ataupun UMK.

Dengan melakukan integrasi layanan digital, UMKM atau UKM yang menjadi nasabah Bank Capital memiliki akses yang lebih fleksibel dalam mengelola bisnis mereka.

Sementara diketahui, KBMI merupakan pengelompokan yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengklasifikasikan bank berdasarkan modal yang dimilikinya.

Klasifikasi KBMI berdasarkan POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum, perbankan dikelompokkan dalam 4 kategori.

Rinciannya, KBMI I memiliki modal kurang dari Rp6 triliun, KBMI II modalnya Rp6-14 triliun, KBMI III modalnya Rp14-70 triliun, dan KBMI IV untuk bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp70 triliun.

Baca juga: Laba Bank Capital Terbang 60,44 Persen di September 2024 jadi Rp80,66 Miliar

Kinerja Bank Capital Kuartal III 2024

Secara kinerja, Bank Capital mampu mencetak kinerja positif selama kuartal III 2024. Berdasarkan laporan publikasi keuangan September 2024, laba bersih Bank Capital mengalami kenaikan 60,44 persen, dari Rp50,27 miliar menjadi Rp80,66 miliar.

Pencapaian ini sebagian besar didukung oleh perbaikan dalam pendapatan bunga bersih yang meningkat dari negatif Rp162,55 miliar pada September 2023 menjadi positif Rp42,9 miliar pada September 2024.

Pendapatan bunga bersih tak lepas dari kinerja intermediasi. Per September 2024, Bank Capital berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 10,37 persen, dari Rp6,51 triliun menjadi Rp7,19 triliun.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan sebesar 18,72 persen, dari Rp15,47 triliun menjadi Rp12,57 triliun.

Baca juga: Laba Bank Banten Melonjak 95,56 Persen jadi Rp52 Miliar di 2024, Ini Faktor Pendorongnya

Penurunan ini terjadi pada seluruh komponen DPK, di mana giro turun sebesar 22,89 persen, tabungan turun 36,68 persen, dan deposito turun 1,85 persen.

Meski turun, Bank Capital mencatat pertumbuhan aset sebesar 5,15 persen, secara tahunan dari Rp20,20 triliun pada September 2023 menjadi Rp21,24 triliun pada September 2024. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

4 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

4 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

4 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

4 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

5 hours ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

5 hours ago