Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Hery Gunardi. (Foto: Irawati)
Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Hery Gunardi menyatakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun di Perseroan bisa disalurkan dalam waktu 1 hingga 1,5 bulan.
Hery menjelaskan, setiap harinya BRI menerima booking kredit, terutama kepada UMKM, dengan jumlah sekitar Rp1,5 triliun. Sehingga, bila diakumulasikan, dana pemerintah yang diinjeksi ke BRI sebesar Rp55 triliun dapat terserap dalam waktu 1 hingga 1,5 bulan.
“Kalau kayak BRI kan simpel ya, kita satu hari itu booking kredit, terutama untuk UMKM saja sekitar Rp1,5 triliun per hari. Jadi kalau misalnya 30 hari sudah habis duit, 1 bulan-1 bulan setengah selesai,” kata Hery saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 16 September 2025.
Baca juga: Menkeu Purbaya Sebut Dampak Injeksi Dana ke Himbara akan Terasa 4 Bulan ke Depan
Menurut Hery, BRI sudah memiliki demand atau permintaan kredit untuk menyerap dana tersebut, khususnya di sektor produktif seperti UMKM.
“Karena demand-nya memang kita ada,” tambah Hery.
Baca juga: Bos OJK Buka Suara soal Suntikan Dana Pemerintah Rp200 Triliun ke Himbara
Di sisi lain, Hery menegaskan, BRI memiliki strategi agar penyaluran kredit tersebut tidak menjadi kredit macet pada kemudian hari. Perseroan akan memilih debitur potensial yang memiliki kemampuan membayar secara berkelanjutan, sesuai dengan prinsip kehati-hatian.
“Memilih. Ya tentunya ada asesmen yang baik. Kan pemberian kredit kita harus tahu juga, pada dasarnya kredit kita harus balik ya, ini kan bukan CSR, tapi adalah memberikan pembiayaan yang pada dasarnya ada bisnisnya dan punya bisnis yang potensial yang bisa memberikan revenue dan itu bisa mencicil,” ungkapnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More