Perbankan

Dapat Guyuran Dana Pemerintah Rp20 Triliun, Ini Respons Bos Bank Jakarta

Poin Penting

  • Bank Jakarta akan menerima penempatan dana pemerintah Rp20 triliun sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan strategis terhadap peran bank
  • Dana tersebut akan menjadi stimulus untuk memperkuat penyaluran kredit ke sektor produktif, dengan likuiditas Bank Jakarta saat ini dalam kondisi sehat
  • Hingga Agustus 2025, kredit tumbuh 5,25 persen yoy, DPK naik 15,93 persen yoy, aset meningkat 11,97 persen, dan laba bersih naik 5,47 persen.

Jakarta – Setelah Himpunan Bank Milik Pemerintah (Himbara), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini akan mengucurkan dana pemerintah ke sejumlah bank daerah. Salah satunya adalah Bank Jakarta, yang siap “disiram” Rp10 triliun – Rp20 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo menyampaikan apresiasi atas rencana pemerintah pusat yang akan menempatkan dana Rp20 triliun ke Bank Jakarta. Agus menilai langkah pemerintah ini merupakan bentuk kepercayaan dan dukungan strategis terhadap peran Bank Jakarta sebagai penopang stabilitas sistem keuangan daerah.

“Kami menyambut baik rencana penempatan dana tersebut. Ini menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap kapasitas Bank Jakarta dalam mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujar Agus ketika dihubungi Infobanknews, 7 Oktober 2025.

Baca juga: Intip Kinerja Terbaru Bank Jakarta yang Baru Disuntik Pemerintah Rp20 Triliun

Agus menegaskan, penempatan dana tersebut bukanlah bentuk permohonan tambahan likuiditas dari Bank Jakarta. Kondisi likuiditas saat ini berada pada level yang sehat, tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang terjaga.

“Dana pemerintah ini akan menjadi stimulus positif untuk mengakselerasi fungsi intermediasi, khususnya pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, perdagangan, industri, dan jasa,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) ini.

Lebih lanjut, Agus memastikan Bank Jakarta akan mengelola dana pemerintah secara profesional dan prudent, sesuai ketentuan regulator dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

“Fokus utama bank adalah memastikan penyaluran kredit berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat serta pembangunan ekonomi Jakarta,” tegasnya.

Kinerja Bank Jakarta

Mengutip laporan keuangan perseroan (7/10), kinerja intermediasi Bank Jakarta tercatat solid hingga Agustus 2025. Realisasi kredit bank daerah milik Pemprov DKI tumbuh 5,25 persen year-on-year (yoy), dari Rp44,38 triliun pada Agustus 2024 menjadi Rp46,71 triliun per Agustus 2025.

Pertumbuhan kredit ini mencerminkan geliat sektor produktif dan konsumtif yang mulai membaik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dari sisi pendanaan juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jakarta tumbuh 15,93 persen year on year (yoy), dari Rp63,04 triliun (Agustus 2024) menjadi Rp73,08 triliun (Agustus 2025).

Pertumbuhan DPK tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan sebesar 8,51 persen per Agustus 2025, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ekspansi kredit dan pertumbuhan DPK yang agresif itu turut mendogkrak aset Bank Jakarta. Per Agustus 2025, total aset Bank Jakarta tembus Rp89,69 triliun, tumbuh 11,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp80,10 triliun.

Sejalan dengan kinerja positif di sejumlah pos keuangan, laba bersih Bank Jakarta pada Agustus 2025 tumbuh 5,47 persen menjadi Rp481,19 miliar di Agustus 2025 dibandingkan Rp456,24 miliar pada Agustus 2024. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

5 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

5 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

6 hours ago

Pengumuman Penunjukan Ketua dan Wakil Ketua DK OJK

Selain itu diumumkan juga penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota DK OJK Pengganti Ketua dan… Read More

6 hours ago

Pjs Dirut BEI Pengganti Iman Rachman Diumumkan Senin Pekan Depan

Poin Penting BEI akan mengumumkan Pjs Direktur Utama sebelum perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah… Read More

6 hours ago

Pesan Khusus Prabowo ke Investor Pasar Modal usai IHSG Babak Belur

Poin Penting Tidak ada kekosongan kepemimpinan di BEI dan pengawasan keuangan, karena PJS yang ditunjuk… Read More

6 hours ago