Managing Director Treasury BPI Danantara, Ali Setiawan di Jakarta, Rabu (28/1). (Foto: Steven Widjaja)
Poin Penting
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan fokus pada implementasi proyek-proyek strategis pada 2026 guna menopang pengembangan sektor vital perekonomian nasional.
Hal tersebut disampaikan Managing Director Treasury BPI Danantara, Ali Setiawan, dalam acara India Night 2026 di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
“Tahun 2026 menjadi momentum transformatif. Kami akan fokus pada delapan sektor utama, dengan sejumlah proyek yang telah kami umumkan,” ujar Ali.
Ali menjelaskan, salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah Waste to Energy. Danantara akan memprioritaskan investasi pada proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Hingga saat ini, Danantara telah menggandeng 24 mitra untuk menggarap proyek-proyek tersebut.
“Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik membutuhkan waktu untuk penetrasi karena melibatkan banyak stakeholders. Namun demikian, kami bergerak cepat untuk memulai proyek ini,” ungkap Ali.
Baca juga: Queen Máxima Apresiasi Inovasi BTN Bayar Cicilan KPR Pakai Sampah
Lebih lanjut, Ali memaparkan dua peran utama BPI Danantara. Pertama, melalui Danantara Asset Management (DAM), Danantara bertanggung jawab mengelola lebih dari 1.000 perusahaan BUMN yang sebagian besar masih mencatatkan kerugian.
Dalam hal ini, Danantara berfokus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja BUMN melalui program restrukturisasi.
“Hampir setengah dari perusahaan BUMN ini masih merugi. Kita akan melakukan restrukturisasi besar-besaran,” sebutnya.
Danantara Investment Management yang baru dibentuk itu bertugas mengelola investasi di sektor-sektor strategis pemerintah. Dalam pelaksanaannya, unit ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyusunan kebijakan dan framework yang selaras dengan regulasi.
Meski demikian, Ali memastikan hampir seluruh persiapan operasional telah rampung. Di sisi lain, Danantara tetap berhati-hati agar percepatan proyek tidak mengabaikan landasan hukum yang kuat.
Hal tersebut tecermin dari penyusunan kebijakan, SOP, dan framework yang mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Baca juga: Presiden Prabowo Paparkan Arah dan Program Danantara di WEF 2026
“Kita tidak ingin hanya bergerak cepat tanpa memastikan semuanya sudah sesuai dengan aturan yang ada. Semua keputusan akan melalui proses yang ketat dan transparan,” tegasnya di hadapan para pengusaha asal India dalam acara tersebut.
“Kita merekrut individu-individu berbakat dari berbagai lembaga internasional terkemuka. Mereka bergabung dengan kita karena mereka percaya bahwa kami akan melakukan hal yang benar,” tandas Ali. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Laba Pegadaian 2025 melonjak 42,6% menjadi Rp8,34 triliun, ditopang pertumbuhan aset 47,8% dan… Read More
Poin Penting IMF mensimulasikan kenaikan bertahap PPh 21 karyawan untuk mendukung peningkatan investasi publik dan… Read More
Poin Penting Sudah ada sejumlah pendaftar calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun… Read More
Poin Penting Bank Jambi meningkatkan sistem TI dan pengawasan transaksi sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya memastikan THR ASN, TNI, dan Polri cair awal Ramadan 2026… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik 1,19% ke level 8.310,22 pada perdagangan 18 Februari 2026, dengan… Read More