News Update

Danantara Targetkan Reformasi Besar Bank Himbara pada 2026

Poin Penting

  • Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja keuangan.
  • Reformasi difokuskan pada penajaman bisnis dan pemanfaatan teknologi, termasuk penguatan BRI di segmen UMKM.
  • Laba Himbara tertekan, namun kredit dan DPK tetap tumbuh sehat di kisaran 6-13 persen yoy.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersiap melakukan reformasi besar-besaran terhadap perusahan BUMN pada 2026, termasuk bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) sudah berada pada posisi yang tepat untuk pemulihan pendapatan karena biaya pendanaan menurun dan pertumbuhan pinjaman membaik,” tulis dokumen Danantara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca juga: Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Dalam dokumen tersebut, Danantara menilai, reformasi Himbara berpotensi memperbaiki basis likuiditas, mendorong pertumbuhan kredit, dan meningkatkan pendapatan, dengan dukungan disiplin biaya terhadap pendapatan yang lebih kuat.

“Reformasi struktural akan menentukan apakah dorongan makro akan menghasilkan peningkatan peringkat yang berkelanjutan daripada sekadar peningkatan siklus,” ujarnya.

Menurut Danantara, perbankan BUMN yang lebih sehat akan mengurangi kebocoran anggaran negara, sementara peningkatan dividen berkontribusi memperkuat posisi fiskal.

Langkah Restrukturisasi Himbara

Danantara sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah reformasi dengan menajamkan fokus bisnis masing-masing bank, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pengambilan keputusan dan penyaluran pembiayaan.

“Untuk Himbara, dengan teknologi kita akan meningkatkan supaya lebih cepat, lebih baik, lebih transparan dalam pengambilan keputusannya, mereka dalam hal-hal memberikan pinjaman kepada para nasabahnya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dikutip dari ANTARA.

Baca juga: Kasus “Sritex” Yuddy Renaldi dan Direksi BPD, Ketika Prosedur Dikriminalisasi, Bankir “Diberangus”

Ia mencontohkan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan diperkuat untuk fokus melayani segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ritel, dengan dukungan teknologi sebagai faktor utama.

“Misalnya seperti BRI, kita harus fokus lebih ke UMKM, retail. Nah kita perkuat di situnya. Karena kalau seperti BRI, ya tentunya teknologi menjadi hal yang sangat utama, karena mereka men-serve begitu banyak, puluhan juta bahkan ratusan juta para nasabahnya,” ujar Rosan.

Seiring Himbara berada di bawah naungan Danantara, Rosan mengimbau seluruh bank pelat merah untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi, baik dengan sesama BUMN maupun dengan sektor swasta.

Laba Bank Himbara

Berdasarkan catatan Infobanknews, laba bersih dari mayoritas bank Himbara mengalami kontraksi sejak awal 2025, kecuali Bank Tabungan Negara (BTN) yang masih mencatatkan kinerja positif.

Meski demikian, BRI tetap menempati peringkat pertama perolehan laba bersih konsolidsi sebesar Rp41,23 triliun hingga kuartal III 2025. 

Baca juga: Purbaya Klaim Penempatan Dana Himbara Dorong Penurunan Suku Bunga, Ini Kata BI

Posisi berikutnya ditempati Bank Mandiri dengan laba bersih konsolidasi Rp37,7 triliun. Sementara itu, BNI mencatat laba bersih konsolidasi Rp15,12 triliun hingga kuartal III 2025, terkontraksi 7,24 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp16,3 triliun.

Kendati laba tertekan, penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) seluruh bank Himbara masih tumbuh sehat di kisaran 6-13 persen yoy. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

48 seconds ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

4 mins ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

25 mins ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

35 mins ago

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun

Poin Penting Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target… Read More

42 mins ago

OJK Luncurkan Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Ini Isinya

Poin Penting OJK menerbitkan POJK 36/2025 untuk memperkuat ekosistem asuransi kesehatan, menjaga keseimbangan manfaat bagi… Read More

42 mins ago