News Update

Danantara Targetkan Himpun Dana Rp662,8 Triliun dalam 5 Tahun

Poin Penting

  • BPI Danantara menargetkan investasi hingga USD 40 miliar atau sekitar Rp662,8 triliun dalam lima tahun, tanpa menggunakan leverage.
  • Danantara mengelola aset senilai USD 1 triliun (Rp16.570 triliun) dan bekerja sama dengan QIA, CIC, serta menjajaki mitra dari UEA dan Arab Saudi.
  • Restrukturisasi BUMN jadi fokus utama, dengan rencana mengurangi jumlah entitas dari 1.000 menjadi sekitar 200, sekaligus memperkuat dampak ekonomi dan sosial.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan dapat menghimpun dan menginvestasikan dana hingga USD 40 miliar atau sekitar Rp662,8 triliun (kurs Rp16.570 per dolar AS) dalam lima tahun ke depan.

“Itu tanpa menggunakan leverage. Itu semua berasal dari modal ekuitas. Kalau saya pakai leverage empat atau lima kali, maka saya punya sekitar 250 miliar dolar AS (sekira Rp4.142,5 triliun) untuk diinvestasikan,” ujar CEO Danantara Rosan Roeslani, dikutip ANTARA, Rabu, 15 Oktober 2025.

Rosan menjelaskan, saat ini Danantara telah mengelola aset senilai 1 triliun dolar AS atau sekitar Rp16.570 triliun, dengan kontribusi dividen sekitar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp116 triliun. 

Ia optimistis angka tersebut akan meningkat seiring dengan perbaikan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kalau saya lihat proyeksi lima tahun ke depan, dividen kami bisa mencapai antara 7 miliar dolar AS hingga 10 miliar dolar AS (sekitar Rp116 triliun hingga Rp165,7 triliun),” jelas Rosan. 

Baca juga: LPDP Siapkan Skema Serap Alumni Beasiswa ke Industri Strategis Bareng Danantara

Sementara itu, untuk memperkuat kapasitas investasi, Rosan mengungkapkan Danantara juga aktif membentuk dana bersama (co-investment funds) dengan sejumlah sovereign wealth fund (SWF) global.

Saat ini, sebut dia, kerja sama telah terjalin dengan mitra dari Qatar Investment Authority (QIA) dan China Investment Corporation (CIC).

Selain itu, Danantara juga tengah menjajaki kemitraan baru dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Public Investment Fund (PIF) asal Arab Saudi.

“Saya pikir ini akan memberi kami lebih banyak kekuatan untuk berinvestasi di masa depan,” kata Rosan.

Restrukturisasi Besar BUMN

Rosan juga mengungkapkan salah satu agenda besar Danantara adalah restrukturisasi BUMN. Ia menyebut, jumlah BUMN yang saat ini mencapai sekitar 1.000 entitas akan dikonsolidasikan menjadi sekitar 200.

“Kami ingin mengurangi jumlah BUMN dari 1.000 menjadi sekitar 200,” kata Rosan.

Baca juga: RUU Danantara dan Patriot Bond Masuk Prolegnas 2026, Celios Kasih Wanti-Wanti

Meski menargetkan pertumbuhan agresif, Rosan menegaskan fokus utama Danantara bukan semata pada peningkatan aset atau dividen, melainkan juga pada dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.

“Saya tidak hanya memikirkan Danantara, tetapi bagaimana kami dapat memberikan dampak. Tidak hanya dalam hal imbal hasil yang lebih besar, tetapi juga dampak sosial ekonomi,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago