Market Update

Danantara Sebut Konsolidasi BUMN Dorong Peningkatan Kapitalisasi Pasar

Poin Penting

  • Danantara mendorong merger BUMN sejenis untuk meningkatkan efisiensi, laba, dan kapitalisasi pasar perusahaan negara.
  • Pemerintah siapkan konsolidasi besar, termasuk pembentukan holding BUMN Karya serta penggabungan perusahaan asuransi dan reasuransi BUMN.
  • Merger dipastikan tidak merugikan pegawai, karena karyawan akan diserap ke entitas baru hasil konsolidasi.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sebagai pemegang saham mayoritas Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), terus mendorong penggabungan atau merger BUMN sejenis untuk meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan peluang tersebut muncul karena perusahaan hasil konsolidasi menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan laba, yang pada akhirnya mendorong kenaikan kapitalisasi pasar.

“Tambah tinggi dong (kapitalisasi pasar). Karena kan menjadi efisien. Labanya meningkat. Tentu kapitalisasinya menjadi lebih baik,” kata Dony kepada media dikutip, Minggu, 15 Februari 2026.

Baca juga: Prabowo Tuntut Danantara Bisa Cetak Return on Asset 7 Persen: Harus Siap!

Tidak hanya itu, Dony juga memastikan proses merger BUMN tidak akan merugikan pegawai karena karyawan akan diserap ke entitas baru hasil konsolidasi.

“Karyawan akan diabsorpsi di perusahaan hasil konsolidasi. Tidak perlu khawatir, pasti kami pikirkan yang terbaik untuk masyarakat dan Indonesia,” imbuhnya.

Adapun pemerintah juga telah mengumumkan skema awal pembentukan tiga holding BUMN Karya. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan digabung dengan PT PP (Persero) Tbk. PT Adhi Karya (Persero) Tbk direncanakan menjadi induk Brantas Abipraya dan Nindya Karya. Sementara PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan dilebur ke PT Hutama Karya (Persero).

Baca juga: 5 Perusahaan Tiongkok yang Lolos Tender Proyek WtE Danantara, Ini Profilnya

Selain BUMN Karya, sektor asuransi BUMN juga akan dikonsolidasikan dari 15 perusahaan menjadi tiga perusahaan. Namun, sebelum merger, perusahaan asuransi harus memenuhi kewajiban modal minimum Rp500 miliar untuk asuransi konvensional dan Rp200 miliar untuk asuransi syariah.

Konsolidasi turut didorong di industri reasuransi BUMN yang saat ini terdiri dari tiga perusahaan, yaitu PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (Indonesia Re), PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re), dan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Dinamika INFOBANK15 Berlanjut, Saham Bank Unggulan Masih Naik

Poin Penting IHSG melemah 0,64% pada 13 Feb 2026; seluruh indeks domestik turun, termasuk INFOBANK15… Read More

35 mins ago

Ini 5 Saham Pendorong Naiknya IHSG dalam Sepekan

Poin Penting IHSG menguat 3,49% (9–13 Feb 2026) ke 8.212,27; kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%… Read More

1 hour ago

IHSG Sepekan Menguat 3,49 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI jadi Rp14.889 T

Poin Penting IHSG menguat 3,49% sepekan (9–13 Feb 2026) ke level 8.212,27; kapitalisasi pasar BEI… Read More

1 hour ago

Optimalisasi Struktur Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Bank Mandiri memperkuat struktur keuangan 2025 dengan aset tumbuh 16,6% menjadi Rp2.829,9 triliun… Read More

3 hours ago

Kadin: Program Perumahan Massal Bisa Dongkrak PDB hingga 1,5 Persen

Poin Penting Kadin menilai program perumahan massal berkelanjutan berpotensi menambah pertumbuhan PDB Indonesia sekitar 1-1,5%… Read More

7 hours ago

Estimasi Biaya Layanan Listrik Makin Transparan di PLN Mobile, Begini Caranya

Poin Penting PLN menghadirkan fitur “Simulasi Biaya” di PLN Mobile agar pelanggan dapat mengetahui estimasi… Read More

7 hours ago