Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah terus menggenjot agar investasi ke depan digerakkan oleh perusahan pelat merah (BUMN) di bawah Badan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, kontribusi investasi dari Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal dari BUMN sebesar Rp380 triliun pada 2025.
“Investasi kita di tahun-tahun sebelumnya itu, sekitar 5-6 persen datangnya dari Capex BUMN. Jadi kalau misalnya kita ambil contoh tahun 2025 ini, Capex BUMN itu kita estimasi akan mencapai sekitar Rp380 triliun dalam satu tahun,” ujar Febrio dalam acara Investortrust Economic Outlook 2025, di Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Baca juga : Emiten Rokok Sampoerna Beli Patriot Bond Danantara Rp500 Miliar
Adapun kontribusi capex dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp490 triliun. Sisanya, berasal dari kontribusi sektor swasta yang cukup besar dan menjadi motor utama investasi.
“Ini tidak akan banyak berubah, tetapi kita ingin melihat peran dari BUMN itu lebih kuat lagi dalam memberikan katalis dan kolaborasi yang lebih kuat secara strategis dengan investor-investor strategis. Dan membicarakan proyek-proyek yang strategis yang dampaknya jangka panjang,” jelasnya.
Ia menekankan, BPI Danantara yang dibentuk Presiden RI Prabowo Subianto akan melakukan peran besar dalam katalitik investasi. Pemerintah pun akan menaikkan target capex BUMN menjadi dua kali lipat. Di mana, pada 2027 menjadi Rp770 triliun, 2028 sebesar Rp860 triliun, dan 2029 Rp980 triliun.
Baca juga : Hampir Setahun Berjalan, INDEF Harap Danantara Bisa Segera Jadi Penggerak Ekonomi
“Di tahun 2026, kita berharap ini akan menjadi driver yang kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, BPI Danantara juga didorong untuk menambah capex dengan investasi di bidang strategis lainnya yang bernilai tambah tinggi seperti infrastruktur, manufaktur, digital economydan hilirisasi dari sumber daya alam seperti nikel, tembaga, bauksit, aluminium.
“Ini masih perlu akan terus kita dorong dan dengan peran Danantara yang semakin besar kita harapkan sinergi semakin kuat ke depan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More