Market Update

Danantara Ikut Pantau Pertemuan BEI dengan MSCI

Poin Penting

  • Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih menarik seiring fundamental ekonomi yang solid serta respons regulator dan bursa yang cepat.
  • Pertemuan OJK–BEI dengan MSCI membahas isu free float dan kemudahan masuknya dana pensiun, termasuk penguatan aspek eksekusi transaksi dan cut loss provision dalam UU P2SK.
  • Meski IHSG terkoreksi sekitar 5 persen, asing masih net buy Rp557,41 miliar, dan saham berfundamental kuat tetap diminati, sehingga koreksi dinilai tak perlu dikhawatirkan.

Jakarta – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ikut serta dalam pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), Senin, 2 Februari 2026.

Pandu menjelaskan, kehadiran Danantara saat ini sebagai investor yang telah berperan aktif dalam transaksi pembelian saham-saham Indonesia.

“Karena kami merasa saham-saham di Indonesia tuh menarik karena ekonominya juga bagus dan saya merasa valuasinya juga sangat menarik kalau mungkin lihat ada beberapa broker pagi ini merilis, membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh bursa regulator ini sangat cepat lho,” ucap Pandu kepada media di Gedung BEI Jakarta, 2 Februari 2026.

Baca juga: Tak Perlu Panik, Luhut Beberkan 6 Langkah DEN untuk Reformasi Pasar Modal

Lebih jauh dia menjelaskan, pertemuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dengan MSCI akan membahas terkait keterbukaan pemegang saham free float.

“Baru yang kedua adalah eksekusi di sana dan untuk nantinya juga harus memudahkan untuk Dapen-Dapen (Dana Pensiun) untuk bisa masuk. Jadi seperti cut loss provision itu penting nanti di Undang-Undang P2SK itu juga harus terjadi,” imbuhnya.

Pandu juga menyoroti pergerakan pasar saham hari ini yang masih melemah sekitar 5 persen ke posisi 7.910-an. Meski demikian, kata Pandu, investor asing tercatat telah melakukan pembelian atau net foreign buy senilai Rp557,41 miliar di perdagangan sesi I hari ini.

Baca juga: BEI Bekukan 38 Saham yang Tak Penuhi Aturan Free Float, Ini Daftarnya!

“Kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami net buy dan positif,” ujar Pandu.

Oleh karena itu, Pandu menegaskan koreksi pasar tersebut tak perlu dikhawatirkan, karena fundamental Indonesia saat ini masih positif dan disertai dengan likuiditas yang juga baik. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

4 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

9 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

9 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

11 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

21 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

22 hours ago