Ilustrasi: Bank Danamon resmi jadi perusahaan induk
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk memandang positif stimulus yang dilakukan Bank Indonesia (BI) guna menangkal dampak negatif virus corona dengan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) valuta asing (Valas) untuk bank umum konvensional menjadi 4% yang semula 8%.
Meski begitu, Wakil Direktur Utama Bank Danamon Michellina Triwardhany menyebut demand atau permintaan kredit perbankan harus dapat digencarkan melalui stimulus lain tidak hanya melalui GWM.
“Semuanya tetap bergantung dari pada demandnya dan juga bergantung pada perputaran bisnis jadi kita terus memantau keadaan kalau lama (dampak corona) pastinya akan pengaruhi bisnis,” kata Michellina di Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.
Dirinya sendiri mengaku belum menghitung secara rinci dampak dari penuruna GWM akan berdampak seberapa besar terhadap likuiditas bisnisnya.
Meski begitu, bank Danamon sendiri terus memantau dan mengantisipasi dampak penyebaran virus corona terhadap bisnis penyaluran kreditnya. Dirinya berharap wabah virus corona tidak berlangsung lama sehingga ekonomi dunia bisa pulih.
Secara total, pada tahun lalu, Danamon berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 3,4% dengan total nilai Rp144,3 triliun. Selain otomotif, sektor lainnya yang menjadi penopang pertumbuhan kredit yaitu consumer, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan enterprise banking. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More