Serang- Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) melalui relawan karyawan Danamon Group (Danamon, Adira Finance, Adira Insurance) bersama Korem 064 Maulana Yusuf (Serang) dan TNI Angkatan Darat (Lampung) merespon bencana Tsunami Selat Sunda melalui program Cepat Tanggap Bencana (CTB).
Pada kesempatan ini Danamon Group menyerahkan bantuan berupa tenda, alas tidur, makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, selimut, pakaian dan masker kepada sekitar 800 Kepala Keluarga di Desa Banyu Mekar, Desa Banyu Biru, Desa Teluk Serang Banten dan Lampung Selatan.
“Dengan bantuan kebutuhan darurat ini kami harapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana sekaligus membantu agar korban dapat segera bangkit dan beraktivitas kembali,” ujar Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi melalui keterangan resminya, Rabu 2 Januari 2019.
Hingga Desember 2018, Danamon Peduli melalui relawan Danamon dan anak perusahaan telah merespon 19 bencana alam dan non alam dengan jumlah penerima manfaat sekitar 40.000 jiwa dengan nilai bantuan lebih dari Rp 1,3 milyar
Selain merespon bencana melalui bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana, Danamon Group dan Danamon Peduli aktif dalam upaya memitigasi bencana melalui kegiatan bertajuk Peduli Lingkungan.
Danamon Group wilayah Serang, Banten secara bertahap telah melakukan penanaman 68,200 bakau di pesisir Sawah Luhur dan area tambak teluk pesisir Desa Banten Cengkok Kecamatan Kasemen Serang. Penanaman dan pemeliharaan bakau ini bekerja sama dengan Kelompok Tani Bumi Hijau dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang sebagai mitra kerja yang membantu menjaga kelestarian dari tanaman bakau.(*)
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More