Perbankan

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting

  • Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025 yang naik 25 persen
  • Pertumbuhan AUM didorong reksa dana berbasis obligasi, yang tumbuh signifikan seiring tren penurunan suku bunga
  • Proyeksi penurunan suku bunga BI 1–2 kali lagi di 2026, namun tetap hati-hati dengan mempertimbangkan kebijakan The Fed dan dampaknya terhadap nilai tukar rupiah.

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menargetkan asset under management (AUM) di lini bisnis wealth management tumbuh 20 persen pada 2026. Target tersebut melanjutkan realisasi pertumbuhan AUM tahun lalu yang mencapai 25 persen.

“Jika pertumbuhan secara total AUM di tahun ini tetap kami coba untuk di 20-an persen. Karena, dengan net interest income yang makin terkompresi, kami akan coba untuk kompensasi dari pendapatan fee based income,” ucap Ivan Jaya, Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Indonesia, saat ditemui pasca konferensi pers Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 di Jiexpo Kemayoran, Kamis, 5 Februari 2026.

Lebih jauh, Ivan menerangkan, realisasi pertumbuhan AUM Danamon sebesar 25 persen di tahun lalu didorong oleh sektor reksa dana yang juga mengalami pertumbuhan signifikan hingga dua kali lipat.

“Tapi instrumennya yang jadi perhatian, instrumennya adalah reksadana yang berbasis obligasi. Bukan berbasis saham, jadi itu kami tumbuh lumayan banyak,” jelas Ivan.

Baca juga: Danamon dan Adira Finance Kembali Hadir di IIMS 2026, Berikan Kemudahan Ini ke Masyarakat

Ivan katakan, target pertumbuhan AUM Danamon yang mencapai 20 persen lebih yang ditopang oleh reksadana obligasi itu turut dipengaruhi oleh faktor penurunan suku bunga. Tren penurunan suku bunga mendorong masyarakat untuk beralih dari deposito ke instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

Di samping itu, penyaluran dana Rp200 triliun lebih yang dilakukan pemerintah kepada sejumlah bank di akhir tahun lalu, turut membuat marginal cost of fund cenderung mengalami penurunan.

“Maka, para nasabah mencoba untuk mencari instrumen yang bisa lebih tinggi (keuntungannya). Jadi, reksadana obligasi itu menjadi pilihan,” imbuhnya.

Prediksi Penurunan Suku Bunga

Sementara itu, terkait proyeksi penurunan suku bunga ke depan, Ivan mengungkapkan bila pihaknya melihat Bank Indonesia (BI) berpotensi menurunkan tingkat suku bunga sebesar satu sampai dua kali lagi di tahun ini.

Meskipun begitu, ia mengatakan jika BI pasti akan melakukannya secara hati-hati, melihat perkembangan pasar dan ekonomi global. Di lain pihak, Transaction Banking Head Bank Danamon Indonesia, Edy Supriyanto memandang pemangkasan suku bunga di Indonesia bakal dipengaruhi pula oleh isu pergantian kepala bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

Baca juga: Danamon Bidik Kredit Konsumer Tumbuh Double Digit pada 2026

Pihaknya sendiri memproyeksikan The Fed bisa saja menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) sampai akhir 2026.

“Posisi suku bunga BI dibanding The Fed itu sangat tipis. Oleh karenanya, saya rasa pasti BI akan sangat mempertimbangkan dengan hati-hati soal The Fed menurunkan suku bunga, apakah Indonesia akan menurunkan suku bunga atau tidak. Karena, bila tak hati-hati, nanti akan berpengaruh ke nilai tukar rupiah,” tukas Edy. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

3 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

4 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

6 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

7 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

8 hours ago

Tokio Marine Life Gandeng BAZNAS Bedah 5 Rumah dan Santuni Anak Yatim di Jakarta

Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More

8 hours ago