Jakarta — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal I tahun 2019 dengan mengantongi laba bersih
setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp933 miliar. Angka tersebut tercatat turun 11 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,04 triliun.
CFO Danamon Satinder Ahluwalia menjelaskan, penurunan laba tersebut dampak dari penurunan pendapatan bunga bersih pada kuartal I-2019 yang menjadi Rp 3,54 triliun atau turun 2 persen dari 2018 di periode yang sama yang mencapai Rp3,59 triliun.
“Laba bersih hingga akhir Maret 2019 sebesar Rp933 miliar,” kata Satinder di Menara Danamon Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
Tak hanya itu, untuk aset Danamon juga tercatat mencapai Rp190,04 triliun atau tumbuh 6 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp179,55 triliun.
Selain itu tercatat untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dibagi berdasarkan CASA sebesar Rp50,89 triliun sementara untuk Deposito sebesar Rp59,5 triliun.
Likuiditas dan permodalan yang sehat juga tercermin dari Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat dikelasnya. CAR konsolidasian dan CAR bank-only masing-masing berada pada posisi 22 persen dan 22,8 persen.
Walau begitu, Satinder tetap optimis masih dapat menumbuhkan bisnis Danamon dengan positif hingga akhir tahun ini. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More