Keuangan

Danamon Bidik Premi Kanal Bancassurance Rp1,4 Triliun di 2025, Begini Strateginya

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menargetkan premi dari bisnis bancassurance mampu mencapai Rp1,4 triliun pada 2025.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan ini adalah peluncuran Proteksi Prima Kritis Andalan (PPKA), hasil kerja sama dengan Manulife Indonesia. Produk ini diharapkan menyumbang sekitar 15 persen dari total target premi bancassurance Danamon dan Manulife.

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya menegaskan bahwa kolaborasi dengan Manulife memberikan kemudahan bagi nasabah dalam pendaftaran hingga klaim asuransi.

Baca juga: Biaya Pengobatan Kian Membengkak, Manulife dan Danamon Luncurkan Asuransi Penyakit Kritis

“Jadi klaimnya itu kalau kami dimanfaatkan, seluruh klaim itu dikembalikan. Yang kami sajikan kepada para nasabah kami adalah kemudahan untuk melakukan klaim. Namun tidak hanya klaim saja, tapi juga pendaftaran,” ujar Ivan saat ditemui usai acara peluncuran produk PPKA di Jakarta, Senin, 10 Maret 2025.

Ivan menambahkan, bahwa layanan yang terintegrasi memungkinkan nasabah untuk mengajukan klaim langsung melalui Bank Danamon tanpa harus datang ke Manulife. Hal ini memberikan kenyamanan lebih bagi nasabah yang mengandalkan layanan bancassurance Danamon.

Baca juga: Bank Danamon Luncurkan Kartu American Express Gold, Apa Keuntungannya?

“Jadi inilah mengapa kami bekerja sama dengan Manulife, karena layanannya sudah terintegrasi. Jadi menurut saya, tidak perlu khawatir tentang klaim,” tambahnya.

Dengan target premi bancassurance sebesar Rp1,2 triliun hingga Rp1,4 triliun, Danamon optimistis PPKA akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan bisnis asuransi yang ditawarkan melalui jalur perbankan. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

2 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

8 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

9 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

11 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

13 hours ago