Perbankan

Danamon Bidik Kredit Konsumer Tumbuh Double Digit pada 2026

Poin Penting

  • Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen, ditopang oleh kartu kredit (peningkatan spending sejak kuartal II-2025)
  • Kredit Pemilikan Mobil (KPM) melonjak signifikan hingga 48–50 persen di 2025, didorong strategi keterlibatan aktif Danamon dalam event offline
  • Target 2026 tetap agresif, dengan pertumbuhan KPM ditargetkan 20 persen (berpotensi >40 persen melalui diversifikasi MPL dan fleet).

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) terus mempertahankan kinerja intermediasinya, yang dapat dilihat dari kinerja penyaluran kredit.

Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Indonesia, Ivan Jaya mengungkapkan jika kredit konsumen Bank Danamon mengalami pertumbuhan sekitar 15 persen selama 2025.

“Secara tahunan, kredit konsumen kami kemarin (2025) itu tumbuh double digit ya, sekitar antara 12 sampai 15 persen,” ujar Ivan saat ditemui pada acara konferensi pers Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 di Jiexpo Kemayoran, Kamis, 5 Februari 2026.

Pertumbuhan double digit kredit konsumen ini, Ivan jelaskan, ditopang oleh beberapa lini bisnis, seperti kartu kredit yang mengalami peningkatan spending sejak kuartal kedua 2025.

“Kemudian, KPR pun juga tumbuh hampir sekitar 15 persen secara tahunan,” sebutnya.

Baca juga: Bank Danamon Targetkan 30 Persen Pembiayaan Berkelanjutan dalam 5 Tahun

Di luar itu, Ivan menjelaskan lebih lanjut bahwa ada satu sektor penyaluran kredit lainnya yang mengalami pertumbuhan signifikan, yakni kredit pemilikan mobil (KPM) yang bertumbuh sekitar 48 sampai 50 persen secara tahunan di 2025.

Ivan menerangkan, peningkatan KPM hingga sekitar 50 persen itu tak bisa dipisahkan dari pengadaan atau keterlibatan Danamon dalam event-event offline bersama masyarakat.

“Satu hal yang berbeda waktu tahun lalu yang kami pelajari adalah jika kita semakin sering mengadakan aktivitas bersama masyarakat, itu semakin cepat pemberitaannya masuk,” ucapnya.

Ia lalu memberikan contoh bagaimana pihaknya terlibat dalam event offline seperti IIMS. Ia katakan, di event IIMS 2026, ada peningkatan jumlah merek mobil baru yang dipamerkan, dari sebelumnya 30 merek di IIMS 2025 menjadi 35 merek di IIMS 2026.

Ini juga berlaku untuk sepeda motor, dimana terjadi penambahan jumlah merek sepeda motor yang dipamerkan sebesar 22 persen. Ini semua tentu memerlukan komunikasi yang baik kepada publik, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan kinerja bisnis.

“Itu kalau tidak dikomunikasikan dengan efektif, masyarakat juga mungkin belum tentu tahu. Jadi, strategi tersebut akan kami pakai,” ungkap Ivan.

Pada 2026, Ivan mengungkapkan pihaknya menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan mobil/motor sebesar 20 persen.

Baca juga: Strategi Adira Finance-Danamon Menuju IIMS 2026

Meskipun lebih landai ketimbang capaian KPM di 2025, pihaknya akan berupaya untuk memperbesar volume lewat diversifikasi ke produk lainnya seperti Multi Purpose Loan (MPL), yang menjadikan BPKB sebagai jaminan untuk bisa memberikan loan.

“Nah, itu bisa ada tambahan sekitar 10 persen lagi, dan fleet itu untuk yang armada-armada. Jadi, total sebenarnya kalau digabung-gabung semuanya bisa lebih dari 40 persen (pertumbuhan KPM),” sambung Ivan.

Sedangkan spesifik untuk kredit konsumen, melanjutkan realisasi pertumbuhan tahun lalu, pihaknya menargetkan pertumbuhan double digit di 2026.

“Kalau target kredit konsumen (pada 2026), kami double digit, belasan persen,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Muamalat luncurkan Tabungan Rindu Haji

Bank Muamalat kembali menghadirkan Program Rindu Haji sebagai apresiasi bagi nasabah yang berkomitmen menabung untuk… Read More

35 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,81 Persen, 450 Saham Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I ditutup di 8.255,18, turun 0,81% dari pembukaan; 450 saham terkoreksi.… Read More

41 mins ago

BRI Pasang Target Pertumbuhan Kredit 7-9 Persen Tahun Ini

Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More

55 mins ago

DBS Foundation dan UNICEF Siapkan Program Kesejahteraan Anak NTT Senilai USD2,7 Juta

Poin Penting DBS Foundation bekerja sama dengan UNICEF menyiapkan program senilai USD 2,7 juta untuk… Read More

56 mins ago

BEI Umumkan Evaluasi Indeks ECONOMIC30, Ini Hasilnya

Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More

1 hour ago

Puradelta Lestari Bidik Prapenjualan Tembus Rp2,08 Triliun di 2026

Poin Penting Puradelta Lestari menargetkan prapenjualan senilai Rp2,08 triliun pada 2026, dengan lahan industri sebagai… Read More

2 hours ago