News Update

Dana Rilis Laporan Keberlanjutan, 43% Pengguna Unbanked dan 86% dari Kota Kecil

Poin Penting

  • 43 persen pengguna Dana berasal dari unbanked dan 86 persen dari kota kecil hingga menengah, membuktikan inklusi keuangan yang lebih luas
  • Setiap transaksi hanya menghasilkan 0,14 gram CO₂e, menunjukkan komitmen Dana terhadap bisnis yang ramah lingkungan
  • Keamanan transaksi ditingkatkan dengan fitur anti-penipuan dan kolaborasi IASC, NPS 84,44 persen, serta sertifikasi Great Place to Work 2025

Jakarta – Dana Indonesia merilis Sustainability Report 2024 untuk pertama kalinya, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Salah satu temuan kunci menunjukkan setiap transaksi di aplikasi DANA hanya menghasilkan 0,14 gram CO₂e, setara sekitar 3 persen dari emisi satu email biasa yang rata-rata menghasilkan 4 gram CO₂e.

CEO dan Co-Founder Dana Indonesia, Vince Iswara menyatakan bahwa peluncuran laporan keberlanjutan perdana ini mempertegas komitmen Dana terhadap akuntabilitas dalam implementasi bisnis berkelanjutan.

“Sebagai salah satu platform fintech terbesar di Indonesia, kami tidak hanya memproses transaksi, tetapi juga berkewajiban menciptakan nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola,” ujar Vince, dikutip Jumat, 19 Desember 2025.

Baca juga: Dana Indonesia Luncurkan AI Enablement Playbook, Dorong Kesiapan Industri Adopsi AI

Laporan keberlanjutan 2024 menunjukkan 43 persen pengguna Dana berasal dari kelompok unbanked serta 86 persen berasal dari kota berpenduduk sedang hingga kecil (tier 2–4).

Hal ini membuktikan pembayaran digital membuka akses ekonomi bagi kelompok yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

Vince menambahkan, Dana juga memperkuat inklusi bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro melalui pendaftaran merchant yang sederhana, bebas biaya layanan, serta verifikasi mudah dan aman.

“Perluasan akses tersebut berjalan beriringan dengan penguatan literasi keuangan. Lewat inisiatif sosial, SisBerdaya dan DisBerdaya, Dana telah mendampingi serta mendanai 9.000 UMKM perempuan dan penyandang disabilitas,” ucap Vince.

Keamanan dan Perlindungan Data

Di sisi lain, untuk menjaga keamanan transaksi, Dana mengimplementasikan graph database and analytics untuk mendeteksi hubungan mencurigakan secara real-time, serta fitur Smart Friction, Scam Checker, dan Security Check-Up, disertai proses freeze dan blacklist.

Di samping itu, Dana juga berkolaborasi dengan Indonesia Anti-Scam Center (IASC), yang mendukung pencapaian Net Promoter Score (NPS) 2024 sebesar 84,44 persen, melebihi standar global 80 persen, dan mempertahankan Rating A dari Security Scorecard 2024.

Baca juga: Dana Indonesiana Rp465 M Dibuka Lagi, Cek Cara Daftar dan Syarat Penerimanya

Program Lingkungan dan Karyawan

Upaya pengurangan dampak negatif bagi lingkungan turut diperkuat melalui program daur ulang dan komposting bersama Waste4Change, serta operasional kantor di gedung bersertifikasi Green Mark GoldPlus dari Building and Construction Authority (BCA) Singapura.

“Selain itu, Dana memastikan prinsip kesejahteraan dan inklusivitas juga diterapkan di lingkungan kerja internal. Komitmen terhadap Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) diwujudkan melalui sistem yang membuka peluang berdasarkan merit, potensi, dan kontribusi nyata,” imbuh Vince.

Melalui program DANACare yang mendukung keseimbangan kerja-hidup, DANA berhasil meraih sertifikasi Great Place to Work pada 2025, dengan tingkat kepuasan karyawan mencapai 84 persen.

Baca juga: Purbaya Klaim Penempatan Dana ke Himbara Berhasil Turunkan Suku Bunga

Sebagai informasi, laporan keberlanjutan 2024 Dana disusun berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) Universal Standards, selaras dengan Sustainability Accounting Standards Board (SASB) untuk sektor Software and IT Services, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (UN SDGs). Laporan mencakup seluruh operasi DANA Group hingga 31 Desember 2024.

“Kami berharap laporan ini tak hanya merangkum capaian, tetapi juga menjadi roadmap ke depan serta memperkuat komitmen kami membangun ekosistem keuangan digital yang trusted, friendly, dan accessible bagi semua,” tukas Vince. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Recent Posts

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

2 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

3 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

3 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

4 hours ago

KPK OTT Pegawai DJP di Jakarta Utara soal Pajak Sektor Tambang

Poin Penting KPK gelar OTT pegawai DJP Jakarta Utara terkait dugaan pengaturan pajak di sektor… Read More

15 hours ago

Restrukturisasi Utang, Pollux Hotels Group Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

Poin Penting Pollux Hotels Group menerbitkan obligasi berkelanjutan berperingkat AAA, dengan dukungan penuh CGIF yang… Read More

16 hours ago