Sekadar informasi untuk rights issue pertama sendiri perseroan mengantongi dana bersih sebesar Rp643,70 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk penyaluran kredit sebesar Rp514,06 miliar dan Rp129,63 untuk pembayaran kewajiban.
Namun realisasinya hingga Desember 2016 dana rights issue yang pertama kali dilakukan baru terserap sekitar Rp423,84 miliar. Jumlah itu terbagi atas Rp382,77 miliar untuk penyaluran kredit dan Rp41,06 miliar untuk pembayaran kewajiban.
Sedangkan untuk gelaran rights issue yang kedua kali, perseroan berhasil mengantongi dana bersih sebesar Rp325,14 miliar. Dana tersebut rencananya bakal digunakan untuk penyaluran kredit sebesar Rp236,56 miliar dan Rp88,57 miliar untuk pembayaran kewajiban. (*)
(Baca juga: Survei Perbankan, Pertumbuhan Kredit 13,1% di 2017)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More
Poin Penting Per Januari 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat USD154,6 miliar, turun dari USD156,5 miliar… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935,26. Sebanyak 646 saham terkoreksi, dengan… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BSI menyambut baik rencana OJK dan BEI menaikkan minimum free float saham dari… Read More