Pasar Saham; Manfaatkan dana pilkada. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merekomendasikan agar para investor segera melakukan pembelian saham. Hal ini sejalan dengan pasar saham yang sedang menunggu pencairan dana pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) senilai Rp7 triliun.
“Dana sebesar Rp7 triliun itu sebagian besarnya akan lari ke pasar modal. Dana itu akan menjadi bahan bakar bagi pertumbuhan ekonomi dan pasar modal kita, karena akan menggerakkan sektor informal,” ujar Direktur BEI, Hamdi Hassyarbaini di Jakarta, Kamis, 5 November 2015.
Lebih lanjut dia memperkirakan, tidak kurang dari 50% dana Pilkada tersebut akan menghampiri pasar modal domestik. “Iya, jika dana itu masuk, paling tidak akan menggairahkan pasar dan mendorong naik IHSG,” tukasnya.
Hamdi mengungkapkan, bahwa sejauh ini lima paket kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, dianggap masih menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG ke depannya. “Kalau memang ada paket kebijakan VI, tentunya juga akan menambah positif IHSG kita,” ucapnya.
Selain itu, kata Hamdi, sentimen negatif dari rencana Federal Reserve AS (The Fed) yang diperkirakan akan menaikkan Fed Fund Rate (suku bunga AS) pada Desember 2015 hanyalah bersifat sementara. “Capital outflow dari pasar modal hanya bersifat temporer,” tegas dia.
Menurutnya, adanya potensi kenaikan lanjutan pada IHSG tersebut, seharusnya bisa dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi pembelian. “Saya memberikan rekomendasi buy. Karena, saat inilah saat yang tepat untuk masuk ke pasar modal,” tutup Hamdi. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More