Jakarta – PT Infovesta Utama mencatat dana kelolaan industri reksa dana tercatat sebesar Rp519.99 Triliun di akhir Juni 2019.
Bila dibandingkan dengan posisi Asset Under Management (AUM) industri di akhir Mei 2019, AUM industri reksa dana berhasil
tumbuh Rp 5.19 Triliun atau setara 1.01% di bulan Juni 2019.
Meski AUM industri masih tumbuh positif, jumlah unit penyertaan beredar justru turun 0.48% secara bulanan di akhir Juni 2019.
Berdasarkan riset Infovesta, Senin, 15 Juli 2019, Reksa Dana Pasar Uang menjadi jenis reksa dana konvesional dengan pertambahan AUM bulanan tertinggi yaitu sebesar Rp2.31 Triliun dengan pertumbuhan jumlah unit penyertaan sebesar 3.71%.
Reksa dana lain yang mencatatkan kenaikan AUM yaitu Reksa Dana Campuran, Pendapatan Tetap, DIRE+KIK EBA, ETF, dan Indeks dengan pertumbuhan AUM masing-masing sebesar Rp1.84 Triliun, Rp1.67 Triliun, Rp267.25 Miliar, Rp234.68 Miliar, dan Rp88.74 Miliar.
Diantara kelima jenis reksa dana diatas, Reksa Dana Pendapatan Tetap, ETF, dan Indeks justru mengalami penurunan jumlah unit penyertaan masing-masing sebesar 1.41%, 8.52%, dan 1.74%.
Disaat AUM industri tumbuh subur, Reksa Dana Terproteksi justru mengalami penurunan AUM bulanan yang cukup signifikan yaitu senilai Rp1.10 Triliun disertai dengan anjloknya jumlah unit penyertaan sebesar 1.29%.
Reksa Dana Saham juga mencatatkan penurunan nilai AUM sebesar Rp120.23 Miliar dengan penurunan jumlah unit penyertaan sebesar 0.42%. (*)
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More