Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyambut baik penempatan dana dari Pemerintah Dalam Rangka PercepatanPemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Sebelumnya Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyampaikan bahwa empat Bank BUMN atau Himbara resmi mendapatkan kepercayaan penempatan dana dari pemerintah sebesar Rp30 triliun sejalan dengan terbitnya aturan berkaitan dengan bantuan likuiditas perbankan.
Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, penempatan ini akan memperkuat likuiditas BRI sehingga dapat mendukung penuh pemerintah dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia. “BRI berkomitmen atas dana yang diterima tersebutakan mampu me-leverage ekspansi kredit setidaknya tiga kali untuk mendorong sektor riil, utamanya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” imbuh Sunarso di Jakarta, Kamis (25/6/2020).
“Khusus BRI, misalkan kita dapat Rp10 triliun maka harus ekspansi menjadi Rp30 triliun, dan kami komit mencapai lebih dari itu. Kami punya target segmen UMKM yang mendukung sektor pangan, baik pertanian maupun pendukung industri pertanian. Demikian pula sektor distribusi dan fasilitas kesehatan. Fokus paling besar ke pangan,” ujarnya.
Di tengah kondisi yang menantang saat ini, tercatat likuiditas BRI masih berada pada kondisi yang ideal. Hal itu terlihat dari rasioLoan to Deposit Ratio (LDR) BRI berada di kisaran 90% serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net stable funding ratio (NSFR) berada di atas batas minimum sebesar 100%. (*)
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,25 persen ke level 9.098,03 pada perdagangan 19 Januari 2026,… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada Senin, 19 Januari 2026,… Read More
KERIS adalah senjata tajam mematikan yang dihormati. Karena begitu istimewanya, keris juga disebut sebagai tosan… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Senin (19/1/2026) ke level Rp16.891 per dolar… Read More
Poin Penting Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mendukung penguatan IHSG dengan potensi menguji… Read More
Oleh Mikail Mo, Director Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More