Ilustrasi: Pasar modal Indonesia. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik, aliran dana investor asing terlihat kembali masuk ke Indonesia yang tercermin dari net foreign buy senilai Rp749,85 miliar pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026.
Mayoritas saham yang dibeli asing berasal dari sektor energi. Meski demikian, net foreign sell secara year-to-date (ytd) sejak awal tahun masih tercatat senilai Rp20,39 triliun.
Baca juga: RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar
Berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, ada lima saham yang paling banyak diborong asing. Berikut rinciannya:
Aksi beli asing tersebut seiring dengan pelemahan perdagangan kemarin yang ditutup terkoreksi ke 7.337,36 atau turun 3,27 persen dari level 7.585,68.
Baca juga: BEI Perkenalkan IDX Mobile Sharia, Permudah Akses Investasi Saham Syariah
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 708 saham terkoreksi, 68 saham menguat, dan 41 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 46,80 miliar saham diperdagangkan dengan 2,47 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp23,88 triliun.
Adapun, seluruh sektor juga terpantau melemah, dengan tiga sektor teratas antara lain, sektor transportasi, sektor bahan baku, dan sektor properti. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More