Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Aliran dana investor asing terlihat kembali keluar dari pasar modal Indonesia, dengan nilai net foreign sell pada perdagangan Selasa, 24 Juni 2025, mencapai Rp942,41 miliar.
Arus keluar investor asing kali ini bervariatif dari sektor keuangan, sektor energi, hingga telekomunikasi. Sehingga, net foreign sell secara year-to-date (YtD) kembali mengalami kenaikan menjadi Rp38,15 triliun.
Baca juga: Konflik Israel-Iran Picu Asing Net Sell Besar-besaran di Pasar Saham RI
Lima saham yang paling banyak dijual oleh investor asing, berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, berasal dari emiten sektor keuangan dan bahan baku, antara lain:
Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, 24 Juni 2025, kembali ditutup menguat ke posisi 6.869,17, setelah dibuka di level 6.787,14 atau naik 1,21 persen.
Baca juga: IHSG Kembali Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Posisi 6.904
Tercatat, sebanyak 165 saham terkoreksi, 453 saham menguat, dan 181 saham tidak mengalami perubahan.
Total sebanyak 20,71 miliar saham diperdagangkan dengan 1,22 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi tembus Rp11,91 triliun.
Adapun seluruh indeks dalam negeri juga menguat, dengan IDX30 naik 1,19 persen menjadi 395,16, Sri-Kehati meningkat 1,52 persen menjadi 352,00, LQ45 menguat 1,40 persen menjadi 764,41, dan JII naik 1,49 persen menjadi 480,67. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More