Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Aliran dana investor asing kembali tercatat keluar dari Indonesia, dengan net foreign sell mencapai Rp1,21 triliun pada perdagangan Rabu, 3 September 2025.
Arus keluar investor asing tersebut didominasi oleh sektor keuangan. Kemudian, ada sektor bahan baku, kesehatan, hingga sektor industrial.
Dari aksi investor asing tersebut, net foreign sell secara year to date (ytd) tercatat menjadi Rp39,70 triliun.
Baca juga: OJK: Volatilitas Pasar Saham di Akhir Agustus 2025 Bersifat Terbatas
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, ada lima saham terbanyak yang dijual oleh investor asing. Berikut rinciannya:
Arus keluar investor asing ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (3/9) yang ditutup naik ke posisi 7.885,86 atau menguat 1,08 persen dari level 7.801,58.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 275 saham terkoreksi, 400 saham menguat, dan 126 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Bos OJK: Dinamika Domestik Sepekan Berdampak Terbatas ke Pasar Saham
Sebanyak 37,89 miliar saham diperdagangkan dengan 2,16 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp18,29 triliun.
Adapun tiga sektor penopang IHSG pada perdagangan kemarin adalah sektor energi, industrial, dan kesehatan yang kompak menguat. (*)
Editor: Galih Pratama
Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia HUBUNGAN romantis nyaris tidak pernah runtuh… Read More
Poin Penting Spin-off UUS memasuki fase krusial menjelang tenggat akhir 2026 sesuai POJK No.11/2023, dengan… Read More
Poin Penting KPK menggelar OTT di Kanwil DJP Jakarta Utara, mengamankan delapan orang beserta barang… Read More
Komisi Kejaksaan Republik Indonesia mencatat telah menangani 29 perkara yang menarik perhatian publik sepanjang 2025.… Read More
Poin Penting Adira Finance Syariah meluncurkan Hasanah, produk pembiayaan Haji Plus berbasis prinsip syariah untuk… Read More
Poin Penting Loyalitas nasabah jadi kunci daya saing BPR, dengan dua faktor utama: kenyamanan layanan… Read More