News Update

Dampak Krisis Turki di Asia, India dan Indonesia Terpukul

Jakarta – Para ekonom di negeri ini mulai heboh dengan dampak krisis yang ditandai oleh melemahnya rupiah. Meski hari ini rupiah menguat, pun tidak menyurutkan berbagai asumsi. Akan seberapa dalamkah dampak/potensi krisis kali ini?

Penurunan tajam nilia Lira-Turki dan Peso-Argentina telah memicu kekhawatiran akan penularan dampak krisis. Tidak terkecuali untuk Asia. Pasalnya, Rupee-India dan Rupiah ikut terpukul. Krisis global yang bermula oleh krisis ekonomi di Turki dan Argentina telah memunculkan tanya. Seberapa besar penularannya?

Joseph Gagnon, Ekonom Peterson Institute for International Economics, seperti dikutip dari BBC News mengatakan, Asia memiliki hubungan perdagangan yang tidak terlalu kuat dengan Argentina dan Turki. Ia pun menyimpulkan bahwa dampak krisis kali ini tidak terlalu mengkhawatirkan untuk Asia. ‘

Saat ini, kawasan Asia diketahui lebih bergantung pada hubungan perdagangan dengan Tiongkok, Eropa, dan AS.

Masih dikutip dari BBC News, Julian Evans-Pritchard, Ekonom Senior Capital Economics mengatakan, Negara-negara yang bergantung pada utang luar negerilah yang berisiko, karena memiliki arus masuk dana asing ke pasar saham dan obligasi mereka. Negara-negara yang memiliki utang dalam mata uang asing (dollar) akan kesulitan membayar utang mereka, seperti pada krisis 1997 lalu.“Ketika sentiment negative, investor asing mulai menarik dana yang berdampak pada nilai tukar” ujar nya.

Di Asia, adalah India dan Indonesia yang memiliki ketergantungan pada aliran masuk modal asing. Itulah sebabnya mengapa mata uang keduanya terpukul. India merupakan Negara pengimpor minya. Tingginya tagihan impor telah menyebabkan deficit neraca berjalannya semakin lebar. Sementara Indonesia, memiliki tingkat kepemilikan asing yang tinggi di pasar saham dan obligasi local. Hal ini membuat keduanya sangat rentan terhadap capital outflow.

Saat krisis, investor cenderung akan menjual asset berisiko, seperti mata uang atau saham, dan beralih kepada mata uang yang dinilai lebih mana seperti dollar atau obligasi pemerinah yang dikeluarkan Negara-negara besar.(*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

7 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

29 mins ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

47 mins ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

2 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

3 hours ago