Ilustrasi Emas. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah diimbau untuk menjaga ekspektasi terhadap kenaikan harga emas agar dampaknya terhadap inflasi tetap terkendali.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kenaikan harga emas dapat meningkatkan persepsi masyarakat bahwa harga-harga secara umum sedang naik, terutama dari sudut pandang rumah tangga.
“Terutama, karena emas sering dipandang sebagai aset pelindung nilai. Ini yang perlu dijaga agar tidak menjalar ke ekspektasi inflasi ke depan,” ujar Yusuf, dinukil laman ANTARA, Selasa, 4 November 2025.
Yusuf menilai, kenaikan inflasi inti yang dipicu oleh emas lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal, yakni lonjakan harga emas global akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga di Amerika Serikat.
Artinya, menurut dia, tekanan tersebut tidak mencerminkan peningkatan permintaan domestik yang kuat.
“Bank Indonesia (BI) juga cenderung akan melihatnya sebagai faktor sementara,” ujarnya.
Baca juga: Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Anjlok, Cek Rinciannya
Yusuf pun merekomendasikan pemerintah dan BI untuk terus memperkuat koordinasi dalam mengelola ekspektasi, baik melalui komunikasi kebijakan yang konsisten maupun langkah konkret di lapangan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia mengalami inflasi tahunan sebesar 2,86 persen year-on-year (yoy) pada Oktober 2025, terutama akibat kenaikan harga emas.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan emas menjadi komoditas penyumbang utama inflasi tahunan pada Oktober 2025 sebesar 2,86 persen dengan andil sebesar 0,68 persen, seiring peningkatan harga emas global yang berdampak langsung terhadap pasar domestik.
Emas pun menjadi kontributor utama dalam komponen inflasi inti. Selain emas, komoditas seperti minyak goreng dan kopi bubuk juga turut memberikan tekanan harga pada kelompok komponen tersebut.
Tren harga emas dalam beberapa pekan terakhir bersifat fluktuatif. Harga emas untuk produk logam mulia jenis Galeri24 dan UBS di Pegadaian, Selasa (4/11) kompak mengalami penurunan dari hari sebelumnya.
Baca juga: Apa Itu Spread Emas? Berikut Fungsi, Dampak, dan Cara Hitungnya
Melansir laman Sahabat Pegadaian, harga jual emas Galeri24 kini dibanderol Rp2.374.000 per gram, turun Rp22.000 dari semula Rp2.396.000 per gram.
Adapun, UBS dihargai Rp2.376.000 per gram, turun Rp22.000 dari harga Rp2.398.000 per gram. Sementara itu, data harga jual emas Antam masih belum tersedia hingga hari ini.
Namun, jika menilik laman Logam Mulia, harga emas Antam juga ikut merosot. Harga jual tercatat Rp2.286.000per gram, turun Rp8.000 dari semula Rp2.278.000 per gram
Menariknya, harga emas sempat naik tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pada Selasa (14/10) misalnya, harga emas untuk tiga produk logam mulia, yakni Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian, kompak mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga jual emas Antam naik di angka ke Rp2.565.000 per gram, dibandingkan hari sebelumnya yakni Rp2.414.000.
Pun begitu dengan emas Galeri24 juga ikut naik di level Rp2.335.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.301.000. Sama halnya dengan harga emas UBS juga ikut naik di level Rp2.385.000 dari sebelumnya Rp2.340.000. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More