News Update

Dampak Covid19, Modal Kepemilikan Asing di RI Anjlok 30%

Jakarta – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, kondisi pasar keuangan dan modal asing Indonesia telah mengalami tekanan besar sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Destry bahkan menyebut modal kepemilikan asing telah drop keluar hingga 30% bila dibandingkan dengan tahun 2019.

“Modal pemilikan asing tahun 2019 masih ada 39% awalnya, namun gara-gara Covid-19 secara bertahap asing melakukan penjualan selama Januari hingga 31 Maret. Sehingga kita lihat sementara 2019 ada inflow Rp224 triliun abis semua kepemilikan asing drop turun 30%,” jelas Destry pada acara video conference dengan ILUNI di Jakarta, Rabu 13 Mei 2020.

Lebih rinci Destry menyampaikan, aliran modal asing sempat masuk pada tanggal 1 hingga 19 Januari 2020 sebesar Rp22,85 triliun, namun sejak 20 Januari hingga 31 Maret aliran modal asing mulai keluar deras hingga mencapai Rp171,5 triliun.

Jadi bila dihitung secara year to date (ytd) hingga 31 Maret 2020 kepemilikan modal asing telah keluar (capital outflow) senilai Rp148,76 triliun. Angka tersebut terdiri dari beberapa instrumen keuangan yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang keluar Rp3,3 triliun. Surat Berharga Negara (SBN) keluar Rp135,5 triliun, obligasi korporasi keluar Rp700 miliar, saham keluar Rp9,7 triliun.

Destry menilai, aliran modal asing yang keluar cukup mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). BI mencatat, folatilitas rupiah dari awal tahun hingga 24 April 2020 nilai tukar rupiah masih mengalami depresiasi senilai 11,9%.

Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (13/5) kurs rupiah berada pada posisi 14.887 US$ terlihat menguat dari posisi 14.978/US$ pada perdagangan kemarin (12/5). (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

12 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

13 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

13 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

13 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

16 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

20 hours ago