Dalam Empat Bulan, Perbankan Salurkan Kredit Rp5.969,1 Triliun, Tumbuh 8,8%

Dalam Empat Bulan, Perbankan Salurkan Kredit Rp5.969,1 Triliun, Tumbuh 8,8%

Ke Mana Kredit Bank Mengalir?
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit yang disalurkan oleh perbankan pada April 2022 terus menunjukan tren positif. Penyaluran kredit pada April 2022 sebesar Rp5.969,1 triliun, atau tumbuh 8,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (6,4%, yoy). Akselerasi pertumbuhan kredit bersumber baik dari golongan debitur korporasi maupun perorangan. Kredit kepada perorangan tumbuh meningkat dari 8,4% (yoy) pada Maret 2022 menjadi 8,9% (yoy) pada bulan laporan. Sementara itu, kredit kepada korporasi meningkat dari 5,9% pada Maret 2022 menjadi 10,3% (yoy) di April 2022.

Seperti dikutip data uang beredar Bank Indonesia, Jumat, 27 Mei 2022 menyebutkan, bahwa berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada April 2022 terjadi pada seluruh jenis penggunaan. Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 11,4% (yoy) pada April 2022, meningkat dari bulan sebelumnya (7,4%, yoy). Peningkatan terjadi pada penyaluran KMK di sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR), serta sektor Industri Pengolahan.

KMK sektor PHR pada bulan April 2022 tumbuh sebesar 7,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (5,8%, yoy) seiring peningkatan kredit pada subsektor Perdagangan Eceran Makanan Minuman dan Tembakau di DKI Jakarta dan Jawa Barat. KMK sektor Industri Pengolahan tumbuh sebesar 12,6% (yoy), jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,0% (yoy), terutama untuk sub sektor Industri Minyak Goreng dari Kelapa Sawit Mentah di Sumatera Utara dan Lampung.

Sementara itu, Kredit Investasi (KI) meningkat dari 5,0% (yoy) pada Maret 2022 menjadi 7,2% (yoy) pada April 2022, terutama di sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan. KI sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan terakselerasi, dari 3,6% (yoy) menjadi 5,3% (yoy) pada April 2022, terutama pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Lebih lanjut, KI sektor Industri Pengolahan pada April 2022 juga tercatat tumbuh 7,5% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (4,9%, yoy), terutama pada KI lndustri Minyak Goreng dari Kelapandi Jawa Timur dan Sumatera Utara. Sejalan dengan pertumbuhan kredit di sektor produktif, pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) juga turut terakselerasi dari 6,0% (yoy) pada Maret 2022 menjadi 6,4% (yoy), didorong oleh penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Multiguna.

Sejalan dengan pertumbuhan total kredit, penyaluran kredit sektor Properti pada April 2022 tumbuh 6,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (5,9%, yoy), terutama pada Kredit Konstruksi. Kredit Konstruksi berbalik arah dari terkontraksi 0,1% (yoy) menjadi tumbuh positif sebesar 0,5% (yoy) pada April 2022, terutama pada sub sektor Konstruksi Bangunan Jalan Tol di Jawa Barat.

Di sisi lain, kredit KPR/KPA tumbuh melambat, dari 10,6% (yoy) menjadi 10,5% (yoy) pada bulan laporan, terutama kredit untuk Pemilikan Rumah Tinggal Tipe 22 s.d 70. Demikian pula kredit Real Estate tumbuh 4,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,6% (yoy), seiring peningkatan penyaluran kredit Real Estate Perumahan Flat/Apartemen.

Penyaluran kredit kepada UMKM pada April 2022 juga tercatat tumbuh 16,9% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya (15,0%, yoy), terutama pada kredit skala mikro. Kredit UMKM skala mikro tumbuh 105,4% (yoy) pada April 2022, terakselerasi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 94,7% (yoy). Sementara itu, kredit UMKM skala menengah tercatat terkontraksi 27,9% (yoy), tidak sedalam dibandingkan kontraksi 28,6% (yoy) pada bulan Maret 2022. Di sisi lain, Kredit usaha kecil mengalami perlambatan menjadi sebesar 24,7% (yoy) pada bulan laporan. Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit UMKM didorong baik oleh Kredit Investasi maupun Kredit Modal Kerja.

Penyaluran kredit di April 2022 telah mempengaruhi likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2022 yang tumbuh meningkat. Posisi M2 pada April 2022 tercatat sebesar Rp7.911,3 triliun atau tumbuh 13,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2022 yang tercatat sebesar 13,3% (yoy). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 20,8% (yoy) dan surat berharga selain saham sebesar 59,3% (yoy).

Peningkatan pertumbuhan M2 pada April 2022 terutama dipengaruhi oleh berlanjutnya akselerasi penyaluran kredit. Penyaluran kredit[2] pada April 2022 tumbuh 8,8% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,4% (yoy). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]