Ilustrasi: Kilang minyak/istimewa
Jakarta – Harga minyak mentah WTI terancam semakin melemah pekan ini. Kondisi ini disebabkan karena persediaan minyak mentah dan BBM meningkat di luar dugaan. Akibatnya, kekhawatiran tentang oversuplai besar-besaran pun semakin meningkat.
Dalam tiga bulan terakhir, harga minyak anjlok ke level terendah di angka US$41.65. Harga minyak berpotensi semakin merosot karena masalah oversuplai mengganggu ketertarikan investor terhadap komoditas ini.
“Minyak tetap bearish secara fundamental dan harga bergerak turun menuju US$40 karena kombinasi antara masalah oversuplai dan spekulasi penurunan permintaan mendorong investor bearish untuk mengadakan aksi jual besar-besaran” ujar Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM.
Dari sudut pandang teknikal, ujarnya, breakdown di bawah US$42 dapat mendorong penjual untuk membawa harga menjadi lebih rendah ke arah US$40.(*)
Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More
Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More
Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More