Ilustrasi: Kilang minyak/istimewa
Jakarta – Harga minyak mentah WTI terancam semakin melemah pekan ini. Kondisi ini disebabkan karena persediaan minyak mentah dan BBM meningkat di luar dugaan. Akibatnya, kekhawatiran tentang oversuplai besar-besaran pun semakin meningkat.
Dalam tiga bulan terakhir, harga minyak anjlok ke level terendah di angka US$41.65. Harga minyak berpotensi semakin merosot karena masalah oversuplai mengganggu ketertarikan investor terhadap komoditas ini.
“Minyak tetap bearish secara fundamental dan harga bergerak turun menuju US$40 karena kombinasi antara masalah oversuplai dan spekulasi penurunan permintaan mendorong investor bearish untuk mengadakan aksi jual besar-besaran” ujar Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM.
Dari sudut pandang teknikal, ujarnya, breakdown di bawah US$42 dapat mendorong penjual untuk membawa harga menjadi lebih rendah ke arah US$40.(*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More