(Dari kiri) Representative Director, President, dan COO Daikin Industries, Ltd. Naofumi Takenaka; Wamen Perindustrian Faisol Riza; dan Representative Director, Chairman of the Board, dan CEO Daikin Industries, Ltd. Masanori Togawa, saat peresmian pabrik AC hunian skala penuh pertama di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Daikin Industries Indonesia (DIID) memulai operasional pabrik AC hunian skala penuh pertama di Indonesia. Pabrik dengan berkapasitas produksi 1,5 juta unit AC rumah tangga per tahun ini menelan investasi hingga Rp3,3 triliun.
Fasilitas baru ini menjadi pabrik AC full scale pertama di Indonesia. AC hunian produksi pabrik baru ini ditargetkan meluncur ke pasar Indonesia Juli 2025 mendatang.
Representative Director, Chairman of the Board, dan CEO Daikin Industries, Ltd., Masanori Togawa mengatakan, pabrik baru ini menjadi bagian strategis dalam roadmap pertumbuhan regional DAIKIN di Asia. Indonesia menjadi bagian penting dari strategi ekspansi Daikin di Asia.
“Dengan fasilitas produksi baru ini, kami dapat menghadirkan produk ke pasar Indonesia dengan lebih cepat dan andal, sekaligus memperkuat posisi kepemimpinan DAIKIN di industri pendingin udara di kawasan Asia maupun secara global,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 20 Mei 2025.
Baca juga: Aliran Dana Asing Kembali Masuk Rp386,27 Miliar, 5 Saham Ini Paling Banyak Diborong
Ia melanjutkan, pilihan Daikin membangun pabrik AC hunian skala penuh pertama di Indonesia sejalan dengan strategi global perusahaan yang menekankan pentingnya kehadiran yang kuat di setiap negara dan wilayah.
Strategi itu diimpelementasikan melalui lokalisasi operasional, menjalin hubungan erat dengan pasar lokal, serta menyelaraskan kegiatan bisnis Daikin dengan kebutuhan spesifik di masing-masing lokasi.
Sementara, Representative Director, President, dan COO Daikin Industries, Ltd. Naofumi Takenaka menambahkan, pihaknya melihat potensi besar pasar AC di Indonesia, khususnya di segmen hunian. Hal ini ditopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut.
“Kami berharap dapat menghadirkan produk “Made in Indonesia” berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar ini, serta tumbuh bersama Indonesia di tahun-tahun mendatang,” timpalnya.
Selain menciptakan 2.500 lapangan pekerjaan, pabrik baru ini akan menjadi pusat pengembangan tenaga kerja Indonesia di bidang solusi tata udara.
Sementara, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. Dyah Roro mengatakan, investasi Daikin di Indonesia selaras dengan keinginan pemerintah mendorong pertumbuhan industri nasional.
“Kami menilai investasi Daikin melalui pembangunan pabrik di Indonesia adalah keputusan yang tepat, sebab punya potensi besar untuk memunculkan multiplier effect,” tegasnya.
Baca juga: Cikarang Listrindo Resmi Melantai di Bursa
Adapun Presiden Direktur DIID, Khamhaeng Boonthavee mengatakan, pabrik ini dioperasikan sesuai standar dan prosedur produksi Jepang. Hal ini dimungkinkan karena kolaborasi dan dukungan kuat dari tiga basis produksi utama Daikin, yakni Daikin Jepang, Daikin Thailand, dan Daikin Malaysia.
“Pabrik AC hunian skala penuh pertama di Indonesia ini dibangun dengan visi menghadirkan produk-produk Daikin yang terstandarisasi secara global, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap kualitas dan inovasi,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More