Moneter dan Fiskal

Daftar Terbaru 10 Mata Uang Terendah di Dunia, Rupiah Nomor Berapa?

Jakarta – Dolar Amerika Serikat menjadi salah satu mata uang terkuat di dunia. Pasalnya, mata uang ini begitu dominan dalam perdagangan internasional. Namun, apakah Anda penasaran apa saja mata uang terendah di dunia?

Seperti di ketahui, mata uang merupakan bentuk uang yang sah dalam transaksi ekonomi di sebuah negara. Tentu saja, setiap negara mempunyai mata uangnya masing-masing dengan kode dan simbol unik dalam mengidentifikasinya transaksi keuangan internasional.

Selain itu, mata uang juga kerap menjadi faktor penentu ekonomi suatu negara lantaran menjadi nilai tukar perdagangan, baik dalam negeri maupu luar negeri.

Baca juga: Selamat! Rupiah Tahun Emisi 2022 jadi Mata Uang Terbaik di Dunia

Sejumlah negara yang mempunyai nilai mata uang terendah bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ekonomi, politik, hingga inflasi.

Terbaru, majalah bisnis Forbes telah merilis daftar mata uang terlemah dan terkuat di dunia periode Agustus 2023. Rupanya, mata uang rial dari Iran menjadi mata uang terlemah di dunia. Lantas, bagaimana dengan posisi Indonesia, apakah rupiah masuk dalam daftar mata uang terendah?

1. Rial Iran (IRR) 

Mata uang rial milik Iran menjadi mata uang terlemah di dunia, di mana 1 rial hanya bernilai 0,000024 dolar AS (atau dengan kata lain, 1 dolar AS setara dengan 42.300 rial Iran). 

Pelemahan mata uang Iran sendiri disebabkan oleh berbagai sanksi seperti ekonomi, termasuk sanksi yang diberlakukan kembali oleh AS pada tahun 2018 dan Uni Eropa.

2. Dong Vietnam (VND)

Mata uang ini berada pada posisi terlemah kedua di dunia, dengan 1 dong bernilai 0,000043 dolar (1 dolar AS setara dengan 23.485 dong Vietnam). 

Diketahui, mata uang Vietnam ini sudah dirusak oleh pasar real estate yang buruk, pembatasan investasi asing, dan perlambatan aktivitas ekspor baru-baru ini. 

3. Leone Sierra Leone (SLL)

Benua Afrika mempunyai berbagai skandal pelik seperti keuangan, korupsi, dan konflik, hingga perang saudara yang mengerikan di wilayah Afrika Barat.

Kondisi ini turut menyebabkan keruntuhan ekonomi negara serta nilai mata uang Leone Sierra Leone (SLL).

Per April 2023, inflasi di Sierra Leone tercatat telah melebihi 43%, sehingga mata uang SLL semakin melemah.

Per Agustus 2023, untuk 1 USD nilainya sama dengan 21.786 SLL, yang dapat berubah mengikuti perubahan kurs.

Baca juga: BI Catat Transaksi Penggunaan Mata Uang Lokal Tembus USD3,7 Miliar

4. Kip Laos (LAK) 

Kip Laos atau Lao merupakan mata uang nomor terlemah di dunia selanjutnya, dengan 1 kip seharga 0,000057 dolar (1 dolar AS setara dengan 17.692 kip Laos). 

Ada banyak faktor mata uang ini menjadi lemah, salah satunya lantaran pertumbuhan ekonomi yang lamban dan kewajiban utang luar negeri yang membebani. Termasuk pula, dengan kenaikan harga minyak dan komoditas global lainnya, yang memperburuk penurunan nilai tukar kip.

5. Rupiah Indonesia (IDR)  

Rupanya, Indonesia berada diperingkat ke-5 dalam daftar mata uang terendah di dunia. Hal ini berawal kondisi krisis moneter yang terjadi di tahun 1990an.

Apabila dibandingkan dengan negara lain, saat ini 1 USD nilainya setara dengan 15.100 IDR (per tanggal 24/8/2023). Nilai tersebut bisa berubah sesuai nilai kurs yang berlaku.

Adapun penurunan mata uang rupiah juga terjadi lantaran faktor lain seperti defisit neraca perdag, inflasi, utang luar negeri, hingga pandemi Covid-19.

6. Pound Lebanon (LBP)

Mata uang terendah di dunia selanjutnya  berasal dari Lebanon. Mata uang Pound Lebanon, memiliki nilai setara dengan 0,000067 dolar AS, atau 1 dolar AS setara dengan 14.994 Pound Lebanon.

7. Som Uzbekistan (UZS)

Mata uang Som memiliki nilai yang setara dengan 0,000087 dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang terendah diurutan ketujuh  di dunia.

Baca juga: Masyarakat Diajak Buktikan Cinta Pahlawan di Mata Uang, Bos BI: Jangan Cuma Matanya ‘Ijo’

8. Franc Guinea (GNF)

Republik Guinea, negara yang terletak di Afrika Barat, menempati posisis ke delapan sebagai negara dengan mata uang terendah di dunia. Mata uang ini mempunyai nilai setara dengan 0,000120 dolar AS, menunjukkan kelemahan nilai tukar yang signifikan.

9. Guarani Paraguay (PYG)

Di posisi selanjutnya ditempati mata uang terendah negara Paraguay, yang menggunakan mata uang Guarani. Saat dikonversi, 1 Guarani mempunyai nilai sebesar 0,000140 dolar AS, sehingga 1 dolar AS setara dengan 7.252 PYG.

10. Shilling Uganda (UGX)

Mata uang terendah di dunia dalam urutan 10 ditutup oleh Shilling yang digunakan di negara Uganda. Pada saat dikonversikan ke Dolar AS, 1 Shilling Uganda memiliki nilai sebesar 0,000270 dolar AS. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

38 mins ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

1 hour ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

2 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

2 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

2 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

5 hours ago