Pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Ketentuan free float alias porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik menjadi sorotan di pasar modal global seiring upaya sejumlah bursa dalam meningkatkan likuiditas dan daya tarik investasi.
Indonesia sendiri menjadi yang terendah dibanding dengan pasar bursa di kawasan ASEAN. Saat ini, ketentuan free float Indonesia masih 7,5 persen, di bawah Singapura dan Malaysia yang masing-masing menetapkan batas di 10 persen.
Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) tengah mendorong kenaikan porsi saham free float menjadi 15 persen untuk saham-saham di Bursa Efek Indonesia.
Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua Dewan Komisioner dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kebijakan kenaikan free float sejalan dengan standar global.
Baca juga: BSI Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 15 Persen
Kebijakan ini akan diberlakukan bagi emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO), sementara emiten yang telah tercatat akan diberikan masa transisi agar dapat menyesuaikan secara bertahap.
“OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float emiten menjadi sebesar 15 persen, meningkat dari ketentuan yang saat ini 7,5 persen,” ujar Kiki, sapaan akrab Friderica Widyasari Dewi.
Hal ini dimaksudkan agar ketentuan free float di Indonesia selaras dengan standar global. Adapun peningkatan kebijakan baru free float akan ditetapkan dalam waktu dekat.
Free float menjadi salah satu pertimbangan utama investor institusional dan penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell, yang memprioritaskan saham dengan free float besar untuk inklusi dalam indeks.
Baca juga: Free Float Naik Jadi 15 Persen, Bagaimana Nasib Perusahaan akan IPO? Ini Jawaban OJK
Saham dengan free float rendah sering kali kurang likuid dan lebih rentan terhadap pergerakan harga tajam, sehingga sulit bagi investor internasional untuk masuk dan keluar pasar tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
Dalam beberapa bursa besar, indeks saham utama seperti S&P Global Broad Market Index dan S&P Global 1200 menggunakan metode penghitungan berbasis free float untuk mencerminkan bobot saham yang benar-benar dapat diperdagangkan oleh publik.
Perbedaan standar free float antar bursa mencerminkan variasi regulasi dan strategi untuk menarik investor global. Berikut daftar free float di bursa dunia yang sudah Infonbanknews rangkum dari berbagai sumber:
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Presiden Prabowo menetapkan delapan hari cuti bersama ASN 2026, dengan cuti terbanyak pada… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan selamat kepada Thomas Djiwandono atas pelantikannya sebagai Deputi… Read More
Poin Penting Kemensos akan memfokuskan penyaluran PKH dan bantuan sembako hanya kepada masyarakat desil 1… Read More
Poin Penting AM Best kembali menetapkan Tugu Insurance meraih FSR A- (Excellent) dan Long-Term ICR… Read More
Poin Penting KB Bank gandeng Bali United hingga akhir musim 2026/2027 untuk dorong literasi dan… Read More
Poin Penting Privy menggratiskan sertifikat elektronik di Coretax untuk seluruh Wajib Pajak, tidak hanya institusi,… Read More