Jakarta – Lanskap kekayaan di kawasan Asia selalu menjadi pusat perhatian dunia. Banyak crazy rich di kawasan ini, yang memiliki kekayaan sangat fantastis. Lalu, siapa yang menjadi orang paling kaya di Asia?
Berdasarkan laporan Forbes India, terdapat 10 orang terkaya di Asia terbaru per 10 Januari 2024. Orang terkaya di Asia terbaru tersebut didominasi oleh konglomerat asal India dan China. Apakah ada dari Indonesia?
Di peringkat pertama orang terkaya di Asia, diduduki oleh Mukesh Ambani dengan kekayaan USD100,2 miliar. Ketua dan Direktur Reliance Industries Mukesh Ambani berhasil menggeser posisi orang terkaya di Asia sebelumnya, yakni Gautam Andani.
Baca juga: Bos Cimory Masuk Daftar Orang Terkaya di RI, Segini Nilai Hartanya
Gautam Andani yang berada di posisi kedua memiliki kekayaan USD79,9 miliar. Diketahui, dia merupakan pemilik Adani Group, yang memiliki bisnis utamanya pada sektor industri batu bara dan energi.
Kemudia, di peringkat ketiga, diduduki oleh konglomerat asal China, yakni Zhong Shanshan dengan kekayaan mencapai USD62,4 miliar.
Zhong merupakan chairman Nongfu Spring, perusahaan air minum terbesar di China. Dia juga pemegang saham mayoritas Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise, pembuat vaksin dan alat tes hepatitis berpendapatan 5,8 miliar yuan pada 2021.
Zhong dibuntuti oleh konglomerat lainnya asal China, yakni Colin Zheng Huang. Sebagian besar pundi harta Zheng berasal dari salah satu raksasa e-commerce Negeri Tirai Bambu, yakni Pinduoduo. Saat ini, Zheng memiliki kekayaan USD53 miliar.
Baca juga: Terbaru! Ini Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia, Ada Siapa Saja?
Berikut 10 orang terkaya di Asia per 10 Januari 2024 menurut Forbes India:
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More