Belum akan dinaikannya suku bunga The Fed pada tahun ini membawa angin positif ke pasar modal dalam negeri. Dwitya Putra
Jakarta–PT KDB Daewoo Securities Indonesia merivisi target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2015 dari level 3.588-3.947 menjadi 4.050-4.658.
Hal ini dikarenakan kondisi perekonomian global ke depan sudah terbaca setelah beberapa data-data ekonomi Amerika Serikat yang telah dirilis.
Kepala Riset PT KDB Daewoo Securities Indonesia, Taye Shim mengatakan, dinyakini Bank Sentral AS (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunganya tahun ini, seiring belum mendukungnya target ekonomi di negeri Paman Sam.
“Inflasi di sana masih rendah, yang disebabkan oleh ekonomi global dan perkembangan pasar keuangan dunia yang kurang menguntungkan,” kata Taye, di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2015.
Sementara itu, CEO CIMB Principal Asset Management Fajar Rahman Hidayat mengatakan, belum akan dinaikannya suku bunga The Fed pada tahun ini membawa angin positif ke pasar modal dalam negeri, selain itu paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah turut membantu penguatan indeks.
“Ini bersamaan waktunya dan direspon pasar secara positif dimana indeks yang awalnya 4.100 hingga sekarang ke level 4.500 sampai 4.600. Namun untuk naik lagi ke 5.000 itu susah, masih butuh lagi data-data yang bisa menggugah pasar,” tutur Fajar di tempat yang sama. (*)
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More