Teknologi

Customer Makin Lirik Berbisnis Lewat Chatbot

Jakarta — Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi, Chatbot dinilai bisa menjadi solusi dari masalah yang dihadapi oleh customer saat berkomunikasi bisnis dengan menggunakan saluran oline tradisional.
Mengutip hasil penelitian “The 2018 State of Chatbot Report”, Rian Novianto, Co-founder dan Business Development Director 3Dolphins memaparkan masalah yang ditemui customer itu, antara lain situs atau website perusahaan sulit untuk dijelajahi (34%), tidak memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang sederhana (31%), informasi yang detail tentang bisnis perusahaan sulit didapat (28%), terlalu lama mendapatkan layanan atau service (27%), desain aplikasi di smartphone yang tidak bagus (26%), dan fitur “Search” di website brand atau merk tidak bermanfaat (24%).
“Customer juga menjadi malas menghubungi layanan Contact Center perusahaan sehingga angka Call Rate-nya turun. Tapi apakah itu berarti customer berhenti mengeluh? Tentu saja tidak, karena kini customer dapat menyampaikan keluhan atas produk atau layanan lewat Media Sosial. Riset juga mengungkap bahwa permintaan informasi dari customer yang diterima perusahaan atau inquiry coming, 70%-nya adalah pertanyaan yang berulang atau sama,” tambah Rian Dalam sesi Best Practice Sharing IT Implementation dalam ajang TOP IT dan TOP TELCO 2018 di Jakarta, Kamis (6/12).
Penelitian “The 2018 State of Chatbot Report” juga mengungkap kini semakin banyak customer yang bersedia berinteraksi dengan chatbot dengan sejumlah alasan. Dari hasil survei customer memberi jawaban,  bahwa dengan chatbot mereka dapat dengan cepat saat kondisi darurat (37%), memberikan jalan keluar atau menyelesaikan masalah (35%), mendapat jawaban yang detail atau penjelasan (35%), dapat membantu menemukan seorang petugas customer service (34%) dan dapat melakukan pemesanan (33%).
Chatbot juga dapat memberikan sejumlah potensi manfaat untuk organisasi atau perusahaan yang menggunakannya antara lain dapat memberikan layanan 24 jam (64%), memberikan respon yang cepat (55%), dapat menjawab pertanyaan yang mudah dan sederhana (55%), mudah diajak berkomunikasi (51%), keluhan customer dapat cepat diselesaikan (43%), dapat memberikan pengalaman baik untuk customer (43%), dapat memberikan jawaban yang detail bahkan selevel dengan para ahli (37%), dapat menjawab pertanyaan yang rumit (35%), bersahabat dan mudah akrab (32%), dan lain-lain (8%).
Adapun beberapa syarat solusi chatbot yang baik menurut Rian Novianto adalah Chatbot dibangun dengan teknologi Artificial Intelligence; Chatbot tersedia di seluruh titik kontak dengan customer; Chatbot memiliki kemampuan untuk bekerja dengan mulus/lancar dengan manusia sebagai human agent; Sistem chatbot terintegrasi dengan proses bisnis internal perusahaan atau organisasi; Chatbot memiliki level Enterprise.
“Chatbot AI yang kami kembangkan yaitu 3Dolphins dapat digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk melayani customer seperti memberikan penjelasan tentang produk, promosi, jadi customer support self-service, billing account management,” kata Rian.
Ia menerukan, 3Dolphins juga dapat digunakan untuk kepentingan karyawan perusahaan atau internal yaitu, di bagian Sumber Daya Manusia, menjelaskan operasional suatu bisnis, atau menjadi asisten bagian penjualan atau field sales.
3Dolphins terdiri dari 2 solusi yaitu, Solusi Social CRM berupa omni channel contact center, dan Solusi ChatBot yang Dibangun dengan menggunakan (NLP) Natural Language Processing dan menggunakan Artificial Intelligence.
Saat ini, kedua solusi ini telah dapat digunakan di 16 platform: Email, SMS, WhatsApp, Telegram, Blackberry Messenger, Facebook, Facebook Messenger, Instagram, Twitter, LINE, Skype, Microsoft Team, YouTube, Web Live Chat, Mobile Live Chat, dan Customer Walk-In. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

11 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

12 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

12 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

14 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

14 hours ago