Jakarta – PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) berencana untuk menawarkan obligasi senilai Rp500 miliar.
Direktur Utama CSUL Finance, Suwandi Wiratno menuturkan obligasi ini memiliki jangka waktu 370 hari dan 3 tahun dengan pembayaran setiap tiga bulan.
Adapun kupon obligasi yang ditawarkan perseroan untuk jangka waktu 370 hari berada di kisaran 9,25 persen hingga 10 persen. Lalu, kupon obligasi untuk jangka waktu 3 tahun 10 persen hingga 10,75 persen.
“Kami optimis obligasi ini akan sukses,” katanya, di Jakarta, Rabu, 31 Mei 2017.
Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi ini akan dialokasikan perseroan seluruhnya untuk modal kerja dalam menyalurkan kredit pembiayaan baru di tahun ini.
“Penggunaan dana untuk moda kerja dan operasional perusahaan. Landingnya kredit modal kerja dan multi guna,” ujarnya.
Obligasi ini sendiri mendapatakan peringkat idA (single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Lalu, PT Bahana Sekuritas dan PT CIMB Sekuritas Indonesia dipercaya CSUL Finance sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.
Rencananya, obligasi ini akan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 22 Juni 2017, penawaran umum pada tanggal 3-6 Juli 2017, bookbuildung akan dimulai 31 Mei 2017 hingga 14 Juni 2017. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan pada 12 Juli 2017.
Sekedar informasi, pada tahun 2016 pendapatan CSUL Finance mencapi sebesar Rp405,6 miliar. Sementara, laba bersih sebesar Rp65 miliar.
Hasil tersebut didapat seiring meningkatnya pembiayaan baru perseroan di sepanjang tahun 2016 mencapai sebesar Rp1,8 triliun. (*)
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More